Yamaha NMax

Lakipadada, Wadahnya Musisi Muda Kota Bandung

  Sabtu, 03 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Kegiatan Youth Music Festival yang diselenggarakan Lakipadada, Sabtu (3/11/2018).(Fathia/ayobandung.com)
CIBEUNYING KIDUL, AYOBANDUNG.COM--Kota Bandung dikenal dengan tempat lahirnya para musisi yang bisa berkembang hingga eksis di tanah air. Saat tahun 90-an, Bandung menjadi barometer musik karena maraknya festival band bagi kaum muda. 
 
Seiring waktu, festival dan ajang serupa semakin jarang. Hal tersebut menjadi kegelisahan Jerry Kris, pemilik Lakipadada yang sejak awal ingin menjadikan tempatnya sebagai laboratorium para pemusik. 
 
"Sejak dulu cita-cita kepengin buat festival band anak muda di Bandung. Kadang-kadang festival di Bandung jarang. Band cuma sebagai pelengkap saja. Tapi, festival bandnya enggak ada. Dulu waktu SMA tahun 90-an, setiap bulan ada (festival) sekarang hampir enggak ada," katanya, Sabtu (3/11/2018).
 
Masyarakat mengenal Lakipadada sebagai sebuah kafe. Padahal, Jerry mengaku Lakipadada lebih dari sebuah tempat nongkrong melainkan ingin menjadi basecamp pemusik muda. 
 
"Konsep utama Lakipadada  punya unsur untuk jadi basecamp. Kami memiliki studio rekaman yang disewakan, salah satu digital recording terbesar di Bandung," ujarnya.  
 
Studio tersebut dinamakan Pelle yang diambil dari bahasa Toraja. Pelle adalah suara yang dihasilkan dari rumput yang ditiup seorang anak sambil bermain dengan kerbau. 
 
"Studio masih dalam tahap percobaan. Kami baru launching Desember. Tahun depan juga mau buat podcast," katanya.
 
Keseriusan Lakipadada sebagai wadah musisi  diperlihatkan dari live musik yang diselenggarakan setiap Kamis, Jumat, Sabtu, dan Senin. 
 
Untuk hari Senin, Lakipadada menampilkan genre akustik duo, Kamis penampilan semua genre lagu yang santai, Jumat genre all around, dan Sabtu akustik aransemen. 
 
"Lakipadada ingn jadi digital music recording  paling besar di Bandung setelah. Ruangannya setinggi empat meter berbeda dengan yang lain," ujarnya.  
 
Tempat yang  berlokasi di Jalan Bojongkoneng ini mempunyai  beberapa area band yang bisa jadi tempat jamming di tiga lantai. Dengan luas 4000 meter persegi, Lakipadada mampu mengeset panggung besar di belakang kafe yang menghadap ke hutan kota. 
 
"Kami sedang menggelar Youth Music Festival untuk para pelajar SMA. Selama dua hari, berikan coaching clinic tentang musik kemudian hari keduanya jadi ajang adu antar-band dari berbagai SMA di Kota Bandung," jelasnya. 
 
Pemenangnya akan mendapatkan kesempatan rekaman audio dan visual di studio Pelle serta diarahkan untuk membuat karya. 
 
Youth Music Festival jadi ajang tahunan eksklusif kaum muda. Diharapkan Bandung kembali marak dengan pemusik muda.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar