Yamaha NMax

USBC Peduli Lingkungan Kampus

  Jumat, 02 November 2018   Rizma Riyandi
Anggota UIN SGD Bike Community. (Dok. USBC)

CIBIRU, AYOBANDUNG.COM--Segelintir mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung merasa risih akibat polusi dan lahan parkir yang semakin penuh di lingkungan kampus. Hal tersebut disebabkan banyaknya mahasiswa yang membawa kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena hal itu, mereka tergerak hatinya dan berpikir untuk mendirikan komunitas sepeda. Tercetuslah komunitas sepeda yang diberi nama UIN SGD Bike Community (USBC).

AYO BACA : Tempat Rekreasi Baru, Kampung Wisata Pasar Kunci

Komunitas yang bermoto let’s ride your bike to campus mengajak mahasiswa UIN SGD Bandung untuk memakai sepeda ke kampus.

“Alasannya, karena sepeda itu kendaraan murah, menyehatkan, serta ramah lingkungan,” kata Aris, Anggota Senior Bagian Kaderisasi USBC kepada Ayobandung.com, Kamis (1/11/2018).

Sebetulnya, komunitas ini sama dengan komunitas sepeda yang lain. Ada kegiatan kumpul sesama anggota, gowes bareng tiap akhir pekan, dan masih banyak lagi kegiatan yang lain. Namun, yang membedakan yaitu tidak ada ketua maupun sistem organisasi.

"Ya, tidak seperti komunitas lain yang harus memiliki AD ART, saya mengganggap semuanya ketua,” katanya.

Aris menambahkan, hal itu karena sesuai tujuannya yang hanya mengajak mahasiswa untuk bersepeda ke kampus agar polusi di kampus terminimalisasi.

Saat ini anggota USBC mencapai kurang lebih 80-an, meski masih ada yang pasif.

"Selain itu juga kita selalu berjejaring sosial dengan komunitas lain yang ada di kota Bandung ini, seperti turut serta meramaikan acara Bandung Night Ride, Kampanye Jumat Bersepeda ke Kantor Bersama Ecotransport, Bandung 1.000 sepeda dan Bike Charity,” katanya.

Agar komunitas tetap solid, USBC juga mengadakan Bike Camp. Dalam kegiatan ini, para anggota USBC ini bersepeda sembari berkemah di tempat yang sudah direncanakan.

"Dalam kegiatan ini biasanya selalu ada evaluasi untuk ke depannya agar tetap solid dan saling memiliki antar-anggotanya, semua anggota bisa berbagi cerita di momen ini,” papar Aris.

Tak hanya evaluasi, biasanya terselip juga diskusi. Materi yang disampaikan tentunya tentang sepeda, keselamatan bersepeda di jalan raya, onderdil sepeda, dan masih banyak lagi.

"Tidak mendatangkan pembicara, hanya dari anggota. Jadi siapa saja yang mau, boleh memberikan materi,” tutup Aris.

AYO BACA : Menikah Romantis dan Hemat di Metro Indah Bandung Hotel

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar