Yamaha NMax

Gara-gara 'Nenek Lincah', Animator ini Sabet Berbagai Penghargaan

  Rabu, 31 Oktober 2018   Nur Khansa Ranawati
Robby Ul Pratama Al Amin menunjukkan penghargaan Anugrah Inovasi Jawa Barat 2018 bidang Seni Budaya dan Pariwisata di Gedung Sate, Senin (29/10/2018). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Animator Kota Bandung pencipta serial kartun Super Neli, Robby Ul Pratama Al Amin berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan atas karyanya yang dinilai unik.

Penghargaan terbaru datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bertitel Anugerah Inovasi Jawa Barat 2018 bidang Seni Budaya dan Pariwisata.

Sebelumnya, Robby dan rekan-rekannya yang tergabung di Ayena Studio juga pernah mendapat penghargaan dari Jepang.

Dia diganjar hadiah Rp50 juta beserta piala penghargaan untuk proposal karyanya, Film Animasi Super Neli Season 1 dengan Konten Budaya Lokal Jawa Barat.

"Super Neli adalah nenek lincah yang menjadi superhero dengan pakaian kebaya. Genre nya adalah slapstick animation non-dialog (dilenglapi) bahasa Sunda," ungkapnya di Gedung Sate, Senin (29/10/2018).

Super Neli yang telah diproduksi sekitar 24 episode tersebut dapat ditonton via YouTube. Masing-masing episode berdurasi sekitar 7 menit dengan cerita berlatar masyarakat Sunda dan kesehariannya.

"Inspirasinya berasal dari quotes 'don't judge a book by it's cover. Selain itu, superhero nenek-nenek di dunia belum pernah ada. Juga, animasi berbahasa Sunda di nasional belum ada," ungkap pria yang juga merupakan pengajar di Universitas Komputer Indonesia (Unikom) tersebut.

AYO BACA : Bandung Pisan: Abah Enjoem, Pecinta Seni Reak yang Mendunia

Roby mengatakan, selain mengangkat budaya dan bahasa Sunda sehari-hari, dia juga ingin menyampaikan pesan moral secara tersirat melalui kartun tersebut.

"Pesan moralnya, kita harus selalu menghormati yang lebih tua, dan tolong-menolong itu penting. Hero sesungguhnya adalah yang dekat dengan kita dan kerap menolong dalam hal-hal tak terduga," jelasnya.

Butuh waktu 1 tahun dan biaya hingga ratusan juta rupiah bagi dia dan rekan-rekan Ayena Studio untuk mewujudkan animasi tersebut. "Super Neli juga merupakan hasil kerjasama dengan Unikom," ungkapnya.

Rencananya, Super Neli akan ditayangkan di stasiun televisi nasional pada akhir tahun ini.

 

Peluang Emas Animasi Indonesia

Terkait peluang animator Indonesia untuk berkarya, dia mengatakan bahwa ekosistem saat ini sudah mendukung bagi anak-anak bangsa untuk berprestasi bahkan hingga ke kancah internasional.

AYO BACA : Hardono, Pelari Maraton Berginjal Tiga

"Sebetulnya peluang animasi Indonesia dari Sumber Daya Manusia sudah baik sekali, kami pun di studio suka mengerjakan animasi (pesanan dari) luar negeri juga," jelasnya.

Hal tersebut juga sudah bukan merupakan hal aneh di dunia animasi.

"Tapi ya enggak akan ada yang tahu itu hasil bikinan Indonesia," ungkapnya.

Robby optimis, animator Indonesia dapat berprestasi hingga kancah internasional.

"Saya sih percaya, kalau kita bisa bikin karya yang berkualitas, apalagi didukung pemerintah provinsi dan pusat, pasti akan lebih baik lagi. Saya percaya perkembangan (animasi) itu bagus, apalagi industri kreatif sekarang sedang berkembang,"jelasnya.

Dirinya juga berharap, para animator Indonesia dapat lebih diapresiasi di negaranya sendiri.

"Semoga animasi Indonesia bisa diterima oleh masyarkat luas, jangan hanya animasi luar saja yang ditonton, tapi animasi Indonesia juga. Semoga animasi Indonesia bisa lebih berjaya di negerinya sendiri,"harapnya. 

Ke depannya, Robby dan tim berencana untuk membuat animasi lain yang masih mengangkat kebudayaan Jawa Barat.

"Selain Super Neli, kita mau bikin film yang memang identitas Jawa Baratnya lebih keluar lagi, ingin bikin tentang tradisi Jawa Barat, seperti cerita rakyat,"ungkapnya.

AYO BACA : Tips Wirausaha bagi Ibu Rumah Tangga ala 'Macan Kabur'

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar