Yamaha Aerox

Tangkal LGBT, Jabar Bakal Bentuk Cyber Provinsi

  Jumat, 12 Oktober 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Menyikapi polemik komunitas LGBT pelajar di wilayah Jawa Barat, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengaku akan memetakan penanganan multidimensi dari fenomena sosial yang marak diperbincangkan publik itu. 

Gubernur yang baru dilantik pada 5 September 2018 itu menugaskan Dinas Kesehatan untuk menggelar rapat dengan Komisi Perlindungan Anak untuk memetakan kondisi riil dari permasalahan sosial yang terjadi belakangan ini. 

Selain itu, pria yang karib disapa Emil itu mengaku telah meminta kepada berbagai daerah yang disoroti kabar tersebut untuk tak segan melaporkan kondisi sosialnya hingga penanganan apa saja yang akan dilakukan di level daerah. 

"Jika dirasa memadai, saya serahkan (kepada daerah) karena kewenangan interaksinya lebih dekat. Tapi kalau masih butuh bantuan atau kurang memadai maka pemprov akan memberikan dukungan tindakan," ungkap Emil saat ditemui awak media di Gedung Sate, Jumat (12/10/2018).

AYO BACA : Ridwan Kamil Minta Pemuda Jadi Mitra Pembangunan Jabar

Meski demikian, Emil menegaskan pihaknya terus berkoordinasi bersama kepolisian untuk menindaklanjuti jika kasus tersebut benar adanya dan telah masuk dalam ranah hukum. Baik menyangkut pelanggaran UU ITE atau pun UU perlindungan Anak. 

Tak tangung-tanggung sebagai tindakan preventif Emil menyebut, Desember 2018 ini pihaknya akan melahirkan unit kerja anyar yakni Cyber Privinsi. Adapun salah satu tupoksi dari unit kerja Cyber Provinsi ini untuk memerangi berbagai konten negatif, semisal penyebaran LBGT di media sosial yang menyasar anak-anak. 

"Dakwah digital juga masuk salah satu tupoksinya.  Makanya mudah-mudahan kombinasi tindakan hukum dan preventif di Internet melalui unit kerja khusus ini, kita bisa memastikan hal negatif ini tidak menyebar di Jabar," katanya. 

Disinggung soal pemblokiran akun penyebaran berbagai konten negatif, Emil menegaskan tindakan tersebut berada dalam kewenangan dan koordinasi Kemeninfo. Namun, sebagai pengawas di daerah, pihaknya harus tahu pula bagaimana kondisi ril di daerah kekuasannya.

"Makanya previntif sudah disiapkan, tapi untuk kasus ini kami serahkan kepada kepolisian. Karena kasus perilaku ini (penanganannya) multidimensi kan? Maka Kadisdik, Kadinkes akan saya arahkan. Kami pun akan launcing sekolah Ibu yang memuat salah satu materinya untuk mengetahui perilaku pergaulan anak supaya dia bisa mempreventif," ujar Emil.

AYO BACA : Ini Janji Pertama Ridwan Kamil untuk Warga Jaba

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar