Yamaha Lexi

LIPI: Likuifaksi Tidak Akan Terjadi di Kota Bandung

  Jumat, 12 Oktober 2018   Adi Ginanjar Maulana
Grafis Gempa

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyatakan potensi likuifaksi atau tanah mencair di Kota Bandung kemungkinan tidak terjadi seperti di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah. 

Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI Adrin Tohari mengatakan tanah di Kota Bandung berupa lempung lunak, berbeda dengan di Petobo, yakni tanah berpasir.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian jenis lapisan tanah di Cekungan Bandung pada periode 2015-2017. 

LIPI meneliti lapisan tanah dengan metode pengeboran dan uji penetrasi hingga kedalaman 15 meter. 

AYO BACA : 10 Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi

Hasilnya, sebagian besar lapisan di Bandung selatan dan timur berupa tanah lempung lunak. 

"Secara teori bila terjadi gempa maka Kota Bandung tidak terjadi likuifaksi," ujarnya kepada Ayobandung.com, Jumat (12/10/2018).

Dia menjelaskan, metode penelitian Bappelitbang Kota Bandung yang menyebut 10 kecamatan rawan likuifaksi perlu diluruskan.

"Saya duga mereka menggunakan salah satunya metode overlay dari peta permukaan air tanah," katanya.

AYO BACA : Nama Tempat yang Mengandung Kata Ranca dan Situ Riskan Kalau Gempa

Kendati demikian, Adrin mengingatkan potensi kerawanan tanah lempung bila terjadi gempa akan merasakan getaran lebih kuat.

"Bila terjadi gempa potensi kerawanan terhadap getaran justru sangat kuat," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Sub Bidang PIPW Bappelitbang Kota Bandung Andry Heru Santoso mengatakan tanah yang dulu bersifat lumpur dan berpasir bisa amblas dan keluar seperti air. Rumah dan bangunan penduduk bisa terserap ke bawah tanah.

"Berdasarkan penelitian sementara, 10 kecamatan di Kota Bandung berpotensi likuifaksi. Begitu gempa hebat, tanah tidak bisa membendung gempa, akhirnya amblas. Sebagian besar di Bandung selatan dan sebagian kecil di Bandung timur," katanya, Kamis (11/10/2018).

Andry menyebut 10 kecamatan tersebut antara lain Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Astana Anyar, Regol, Lengkong, Bandung Kidul, Kiaracondong, dan Antapani.

"Supaya masyarakat bisa antisipasi dan simulasi kalau ada kebencanaan. Fenomena gempa pasti berulang, tapi enggak bisa diramalkan," ujarnya.

AYO BACA : Mengenal Fenomena Likuifaksi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar