Yamaha Aerox

Gabung Program Corporate JNE, Kopi Banjaran Makin di Depan

  Jumat, 12 Oktober 2018   Andri Ridwan Fauzi
Kopi Banjaran

Segar udara dan hijau daun-daun memanjakan mata saat berkunjung ke Gunung Puntang di kawasan Bandung Selatan, tepatnya di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Semilir angin dan gemercik air menambah syahdu suasana ketika menjauh dari bising dan macetnya kota.

Secangkir kopi panas tersaji di depan warung Ceu Imas, langgananku. Sambil menyeruput kopi, saya berbincang dengan Dinda Putra Gemilang, seorang pebisnis kopi yang sudah bergelut selama dua tahun. 

Meski masih muda, Dinda sangat memahami dunia kopi. Wajar saja, karena selama ini dia menggeluti bisnis kopi mulai dari hulu hingga hilir.

"Beberapa tahun lalu, sempat memulai bisnis dari mulai menanam, produksi, dan pamasaran," ujar pria asal Banjaran ini. 

Bagusnya kontur tanah di kawasan Bandung Selatan menjadikan kopi yang ditanam berkualitas dan bercita rasa luar biasa. Hasil kopi dari Bandung Selatan seperti dari Gunung Puntang, Malabar, dan yang lainnya banyak dicari konsumen. Bahkan diekspor ke luar negeri.

Sejak 2016 lalu, karena sudah berpengalaman di dunia kopi, Dinda akhirnya memutuskan untuk membuka usaha mandiri. Hanya butuh satu pekan bagi Dinda meramu kopi yang menjadi standarnya dan sesuai dengan keinginan pasar. Dari situ, Dinda mulai menawarkan kopinya kepada teman dan keluarga.

AYO BACA : Acuviarta: JNE Tumbuh Pesat dan Menjadi Leading Market

"Awalnya sih ngajak teman atau keluarga ngobrol dan ngopi. Di situ saya mengenalkan produk kopi yang saya buat. Ternyata banyak yang suka dan akhirnya (mereka) memesan untuk dibawa pulang," ucapnya.

Informasi mouth to mouth menjadi kekuatan yang dahsyat bagi Dinda. Hanya dalam hitungan bulan, produk kopi buatannya semakin dikenal dan dibanjiri pesanan. 

Kecintaannya kepada kopi dan tanah kelahirannya menjadi inspirasi baginya untuk menggunakan nama Kopi Banjaran. 

"Untuk memudahkan konsumen, maka produk yang saya buat dilabeli Kopi Banjaran," kata alumnus S-1 jurusan Perhotelan UPI Bandung ini.

Cita rasa yang khas membuat Kopi Banjaran banyak diminati pencinta kopi, khususnya di Bandung Raya dan beberapa daerah di Jawa Barat. Hal ini semakin memacu semangat Dinda untuk terus memberikan pelayanan prima kepada konsumen. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kopi Banjaran kini bisa dengan mudah didapatkan melalui marketplace seperti Tokopedia atau Bukalapak.

AYO BACA : Gabung Program Corporate JNE, Kopi Banjaran Makin di Depan

Sadar dengan kecepatan yang diinginkan konsumen untuk mendapatkan Kopi Banjaran, mau tidak mau Dinda harus menggunakan jasa ekspedisi. Dinda pun menjatuhkan pilihan kepada JNE melalui program corporate JNE.

"Sejak Juli lalu, saya bergabung dengan program corporate JNE. Yang ditawarkan adalah fleksibilitas waktu pengiriman dan fasilitas jemput barang," tambahnya.

Program yang ditawarkan JNE tersebut sangat membantu penjualan Kopi Banjaran. Apalagi jika ada pembeli yang memesan saat malam.

"Suka ribet kalau ada order masuk jam 10 malam. Sebelum-sebelumnya saya mengirimkannya pada pagi hari karena biasanya jasa ekspedisi di atas jam 10 sudah tutup," ujarnya.

Bagi pengusaha, cepat-lambatnya pengiriman barang sangat berpengaruh terhadap citra usaha dan produknya. Namun kini, melalui corporate JNE, Dinda tidak khawatir lagi karena melalui program ini, waktu pengiriman dan fasilitas jemput barang bisa dilayani hingga pukul 04.00 WIB.

"Bagi saya ini membuat efisien flow produksi bagi pemasaran dan pengiriman Kopi Banjaran," tandasnya.

Selain itu, dengan program ini, Dinda pun diberikan kemudahan dalam pembayaran yang dihitung per bulan.

AYO BACA : Redaksi Ayo Media Network Kunjungi Kantor JNE Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar