Yamaha Lexi

Jerawat Orang Dewasa, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  Jumat, 12 Oktober 2018   Nur Khansa Ranawati
Dr. Annisa Kartika ketika ditemui di ruangan praktiknya, Kamis (11/10/15). (ayobandung.com/Khansa)

AYO BACA : Ingin Diet Sehat? Konsumsi Sumber Karbohidrat Ini

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Jerawat bukan hanya masalah remaja yang tengah pubertas. Sering kali di usia dewasa pun orang tetap berjerawat, dan terkadang muncul lebih banyak dibanding saat remaja. Baik laki-laki maupun perempuan berpotensi mengalami hal serupa.

Dokter umum ahli estetika, Annisa Kartika, menjelaskan bahwa jerawat adalah permasalahan multifaktor.

"Faktornya ada hormonal, genetik, faktor luar seperti debu atau salah pakai kosmetik juga bisa menimbulkan jerawat," jelasnya ketika ditemui Ayobandung.com di The Clinic Beutylosophy, Jalan Sulanjana, Kamis (11/10/15).

Untuk memahami jerawat apa yang tengah dialami seseorang, ia mengatakan, pemeriksaan jenis kulit harus dilakukan terlebih dahulu.

"Kita lihat jenis kulitnya seperti apa, kalau berminyak, por-pori besar dan wajahnya kusam, itu bisa disebabkan hormon atau genetik," jelasnya.

Bila wajah seseorang bersih dan sehat, namun tiba-tiba muncul jerawat, hal tersebut bisa disebabkan oleh penggunaan make up.

"Kalau kulitnya bagus dan tiba-tiba ada jerawat, bisa jadi karena make up yang tidak cocok atau infeksi karena debu dan sebagainya," ungkapnya.

Selain itu, hormon dan metabolisme tubuh juga sangat memengaruhi. Stres, misalnya, dapat memicu jerawat karena mengacaukan keseimbangan metabolisme.  

"Stres mengganggu metabolisme tubuh. Kalau metabolisme sudah kacau karena stres, kemudian begadag, merokok, minum alkohol, dan jarang olah raga. Udah itu mah, selamat jerawatan," jelasnya seraya tertawa.

Dirinya menambahkan, untuk sebagian orang, memakan makanan yang tidak tepat saja bisa memunculkan jerawat.

"Misalnya yang alergi udang, makanan lemak, atau terlalu banyak protein juga berpengaruh," ungkapnya.

Untuk menghindarinya, ia menyarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi produk olahan susu, gandum, dan ragi.

"Mi instan, dairy product itu memicu banget jerawat. Termasuk juga sereal, gandum, roti, dan yang mengandung ragi," jelasnya.

Ia mengakui bahwa jerawat yang paling susah hilang adalah yang bersumber dari metabolisme dan hormonal.

"Jerawat enggak mungkin hilang hanya dengan satu obat. Pola hidup pasien juga harus dijaga, harus rajin berolahraga, make up juga harus tepat membersihkanya," ungkap Annisa.
 
Jangan anggap sepele

Di samping itu, ada pula kondisi khusus pada wanita yang mampu menimbulkan jerawat, yakni ketika ada ketidakseimbangan hormon testosteron dalam badannya.

"Ada juga yang kelebihan hormon laki-laki alias testosteron, biasanya akan berjerawat lebih banyak. Selain di wajah, jerawat karena kondisi ini biasanya akan muncul di dada, punggung, hingga lengan," jelasnya.

Kondisi tersebut bisa jadi merupakan gejala dari penyakit kelainan hormon yang disebut Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), biasanya dibarengi dengan menstruasi yang tidak teratur.

PCOS bahkan bisa menyebabkan penderitanya sulit mendapatkan keturunan.

"Karena hormonnya tidak seimbang itu berpengaruh pada kualitas sel telur yang buruk," ungkapnya.

Pemeriksaan PCOS harus dikonsultasikan pada dokter. Namun penderita dapat berupaya secara mandiri untuk melancarkan kembali metabolismenya.

"Harus olahraga rutin, jangan asal-asalan. Rutin itu berarti setiap hari. Berat badan juga harus turun lima persen dari berat yang sekarang, meskipun orang tersebut kurus," jelas dia.

AYO BACA : Nikmati Makan Sayuran Sehat ala Serasa Salad Bar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar