Yamaha Aerox

Viking Girls: Seharusnya Arema Dijatuhi Hukuman Lebih Berat!

  Jumat, 12 Oktober 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Viking Girls. (Anggun Nindita K Putri/ayobandung)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM–Viking Girls akhirnya menyatakan sikap terkait sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin PSSI terhadap Arema FC. Menurut Ketua Viking Girls Triana Pujiastuti, Komdis PSSI seharusnya menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada tim Singo Edan.

Pasalnya dalam pertandingan Arema melawan Persebaya yang dilaksanakan Sabtu (6/10/2018) di Stadion Kanjuhuran, Malang, suporter Arema kedapatan melakukan tindakan kericuhan. Mulai dari adanya pengeroyokan yang dilakukan oknum suporter di tribun penonton, masuknya para suporter ke lapangan, serta memperlihatkan tindakan tidak terpuji yang ditujukan kepada pemain Persebaya.

“Sudah dengar juga untuk sanksi bagi Arema. Kalau dibandingkan dengan Persib itu hukumannya menurut saya sangat kurang. Kita ketahui, seluruh kejadian kericuhan terjadi di dalam stadion. Berbeda dengan kejadian saat Persib itu di luar Stadion GBLA,” katanya saat ditemui di Graha Persib, Jumat (12/10/2018).

Dia pun mengecam tindakan Dirigen Aremania Yuli Sumpil yang melakukan tindakan provokasi dengan menebar uang yang diarahkan kepada pemain Persebaya.

“Ada tindakan Yuli Sumpil yang menebar-nebar uang. Itu kan takutnya sudah direncanakan. Kalau begitu mengapa panpel tidak ikut disanksi juga? Jelas itu merupakan tindakan yang memprovokasi,” ujarnya.

AYO BACA : Viking Papua Kawal Persib Selama di Jayapura

Atas hal tersebut, Yuli Sumpil diganjar sanksi oleh Komdis PSSI larangan memasuki stadion seumur hidup. Meski begitu, Bunda Ana menilai hukuman tersebut tidaklah efektif.

“Untuk larangan menonton seumur hidup itu ada penjaminannya enggak dia benar-benar tidak akan datang? Mengingat pengamanan di kita juga masih longgar. Menurut saya khawatirnya ini malah kurang efektif,” tuturnya.

Selain itu, salah seorang suporter Persibaya juga tertangkap mengencingi gawang Arema. Bunda Ana menyebut tindakan itu sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang suporter.

“Kalau dilihat lebih banyak orang yang terlibat saat kericuhan Arema versus Persebaya kemarin. Jangan dilihat dari akibatnya saja tapi juga penyebab dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya,” ucapnya.

Dibandingkan dengan aremania, dirinya menilai bobotoh masih memiliki kesadaran akan ketertiban yang lebih tinggi.

“Memang kita semua berduka atas kejadian di GBLA. Tapi kalau dilihat bobotoh itu lebih punya kualitas dan kesadaran yang lebih tinggi. Bobotoh bisa membuktikan kalau kita lebih santun dan maju,” paparnya.

AYO BACA : Mantan Striker Persib Puji Penampilan Muchlis Hadi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar