Yamaha Lexi

Analisis Tipe Kepribadian Versi Ilmu Pengetahuan

  Jumat, 12 Oktober 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
ilustrasi kepribadian. (kajianpustaka.com)

AYO BACA : Ayo Berkunjung ke Masjid Kapal Semarang

AYO BACA : JAV ITB Pertahankan Gelar Cyber Jawara

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Sejauh ini, tes kepribadian umumnya gencar digaungkan oleh konselor sekolah dan penulis buku motivasi diri. Namun di satu sisi, tes ini kurang dilirik oleh ilmuwan. Hal ini karena kontroversi di ranah ilmiah mengenai tipe kepribadian adalah sebuah hal konkret atau tidak sama sekali.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior, ada beberapa bukti yang menunjukkan setidaknya empat tipe kepribadian, yakni rata-rata, pendiam, egois, dan teladan.

Dinukil dari Time.com pada Jumat (12/10/2018), kepribadian ini didasarkan pada sejauh mana orang menampilkan lima karakter utama yang berbeda, termasuk neurotisisme, extraversion, keterbukaan, keramahan, dan ketelitian.

"Sepertinya ciri-ciri kepribadian sangat diterima dengan baik dan tercantum dalam psikometri, tetapi tipe kepribadian tidak," kata Luis Amaral, rekan penulis studi sekaligus profesor teknik kimia dan biologi di Northwestern University.

Ia pun sempat bertanya-tanya, mungkinkah alasan mengapa orang-orang belum dapat menetapkan tipe kepribadian karena tidak adanya data yang cukup untuk menunjang penelitian ilmiah.

Untuk menjawab pertanyaan ini, Amaral dan rekan doktoralnya, Martin Gerlach, menyaring sekitar 1,5 juta tanggapan keempat survei kepribadian yang berbeda dari responden lintas usia di seluruh dunia.

Keduanya kemudian menggunakan algoritma untuk mengurutkan tanggapan ke dalam kelompok yang berbeda, dan menemukan empat tipe kepribadian yang muncul di semua set data survei dengan frekuensi yang tidak proporsional.

Sebagian besar orang, kata Gerlach, akan melacak paling dekat dengan tipe kepribadian rata-rata, cukup menyenangkan dan teliti, cukup terbuka (ekstraversi) dan neurotik, tetapi tidak terlalu terbuka.

Sementara itu, tipe yang berpusat pada diri sendiri mendapatkan skor di bawah rata-rata pada keterbukaan, kesetujuan dan kesungguhan, tetapi tinggi pada ekstraversi.

Kenyataannya, menurut Gerlach, tidak mungkin untuk mengatakan dengan tepat berapa banyak orang yang cocok dalam setiap kategori, karena salah satu karakter seseorang dapat berubah seiring bertambahnya usia.

Sejumlah anak muda yang tidak proporsional pun, misalnya, masuk ke dalam kategori yang berpusat pada diri sendiri. Sementara lebih banyak orang tua dan wanita masuk ke dalam kelompok teladan.

Di sisi lain, meskipun para psikolog telah lama skeptis terhadap tes kepribadian dan keampuhannya, kuantitas hasil yang tercatat dalam studi khusus ini menunjukkan para peneliti bisa menemukan berbagai potensi dengan kategori baru. Berikut uraian singkat tentang keempat jenis kepribadian utama menurut penelitian tersebut.

Rata-rata

Orang rata-rata biasanya mendapat skor tinggi dalam neurotisisme. Dengan kata lain lebih cenderung murung dan rentan terhadap ketakutan, kemarahan, dan kecemasan. Tipe ini juga cenderung mendapat nilai rendah pada keterbukaan.

Pendiam

Tipe kepribadian ini menggambarkan seseorang yang secara emosional stabil, tetapi tidak terbuka atau neurotik. Mereka berkepala dingin dan tidak terlalu ramah, tetapi mereka juga pekerja keras yang menyenangkan dan teliti.

Berpusat pada diri sendiri atau egois

Pada dasarnya, mereka bisa sulit bergaul ketika suasana hati tidak mendukung.

Teladan

Berdasarkan penelitian tersebut, orang-orang dengan tipe kepribadian ini adalah sosok pemimpin yang kuat. Sisi emosionalnya juga dikenal stabil. Mereka juga cukup terbuka, pekerja keras, dan teliti.

AYO BACA : Mantan Striker Persib Puji Penampilan Muchlis Hadi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar