Yamaha NMax

Siapakah Khashoggi Jurnalis Arab yang Hilang di Ankara?

  Kamis, 11 Oktober 2018   Rizma Riyandi
A man holds a poster a rally about the disappearance of Washington Post journalist Jamal Khashoggi outside the Saudi Arabian Embassy in Washington on Wednesday. (Matt McClain/The Washington Post)

AYO BACA : Seniman Bandung Berkarya Sambil Galang Dana Palu dan Donggala

ANKARA, AYOBANDUNG.COM -- Hilangnya wartawan asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, meghebohkan jagad media masa. Sebab raibnya salah satu wartawan timur tengah yang cukup terkemuka itu menimbulkan berbagai tanda tanya. Bermacam-macam spekulasi pun muncul, termasuk dugaan pembunuhan yang dilakukan di Konsulat Arab Saudi Ankara, Turki.

Spekulasi tersebut muncul bukan tanpa alasan. Pasalnya sepak terjang Khashoggi selama ini membuat berbagai pihak terusik. Terutama orang-orang penting di negara asalnya. Lalu, siapakah Khashoggi yang sebenarnya?

Selama ini, pria berusia 59 tahun itu dipandang sebagai jurnalis yang konsisten mengkritik kebijakan-kebijakan Arab Saudi. Ia bahkan mendapat kolom opini khusus di Washington Post untuk menyuarakan pemikiran-pemikiran kritisnya. Selain diterbitkan dalam bahasa inggris, sudah sejak setahun lalu, tulisan-tulisannya diterjemahkan ke bahasa Arab.

Perjalanan karir jurnalismenya pun cukup panjang, termasuk menjalankan tugas di Afghanistan. Di mana ia sempat bertemu pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden pada 1980-an.

Khashoggi pun pernah menjadi wakil pemimpin redaksi koran nasional Arab Saudi, Arab News pada tahun 2000-an. Bahkan ia menjadi salah satu narasumber utama pada kejadian Serangan 11 September 2001 di AS. Banyak wartawan asing yang menghubunginya untuk memahami apa yang mendorong beberapa Muslim melakukan tindakan ekstrim.

Namun pada periode yang sama pula, Khashoggi dua kali dipecat dari jabatannya sebagai kepala redaksi surat kabar Arab News. Sebab di bawah kepemimpinannya, redaksi Arab News banyak menyebarkan berbagai cerita, editorial dan kartun kritis terhadap ekstremis dan cara negara menerapkan nilai-nilai agamanya.

Usut punya usut, Arab News sendiri adalah surat kabar milik swasta. Namun berbagai gerak-geriknya tetap dikendalikan oleh pemerintah. Maka itu, pemerintah dapat dengan mudah menyetujui dan memecat siapapun yang menduduki pimpinan puncak.

Setelah itu Khashoggi bekerja sebagai kolumnis dan komentator di Washington Post sebelum meninggalkan kerajaan untuk pengasingan di Amerika Serikat pada Juni 2017, lalu menetap di Turki. Namun tanggal 2 Oktober kemarin, ia dinyatakan hilang setelah mengunjungi Konsulat Arab Saudi di Ankara untuk mengurus dokumen pernikahannya.

AYO BACA : LGBT Berisiko Alami Gangguan Jiwa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar