Yamaha NMax

Kemenkes Gandeng PP Persis Eliminasi TBC

  Rabu, 10 Oktober 2018   Andri Ridwan Fauzi
Kemenkes RI bekerja sama dengan PP Persis menggelar acara "Orientasi Asatiz dan Santri" Optimialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan Eliminasi TBC, di Puteri Gunung Hotel, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (10/10/2018). (Istimewa)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menggandeng Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) untuk meningkatkan kesadaran santri dan pihak pesantren terhadap bahaya penyakit tubercolosis (TBC). Kedua lembaga tersebut, menggelar acara Orientasi Asatiz dan Santri Optimialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan Eliminasi TBC, di Puteri Gunung Hotel, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (10/10/2018).

Pendamping program Germas Kemenkes RI, Bayu Aji mengatakan, eliminasi penyakit TBC di Indonesia menjadi program prioritas Kemenkes. Pasalnya, penyakit TBC sangat membahayakan dan jumlah penderitanya dan kasus TBC di Indonesia terus bertambah.

Karena itu, Kemenkes memandang perlu untuk memberikan edukasi mengenai bahanya dan penaggulangan penyakit TBC ini. Karena dari segi jumlah dan kasus penderita TBC terus bertambah, ujarnya kepada wartawan usai menjadi pemateri.

Menurut Bayu, penyakit TBC merupakan penyakit menular yang bisa menyerang siapa saja. Dan Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus penyakit TBC sangat tinggi.

AYO BACA : Warga Kabupaten Bandung Ajukan Uji Materi UU 33/2004 kepada MK

Penyakit TBC ini sangat berbahaya dan menular. Jadi harus ditangani termasuk mengetahui gejala-gejalanya sehingga masyarat bisa melakukan antisipasi, ungkapnya. 

Dijelaskannya, pihaknya bekerja sama dengan Persis untuk berusaha mengeliminasi TBC. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalsiasikan Germas di lingkungan pesantren. Karena menurutnya, lingkungan dengan banyak orang seperti pesantren menjadi tempat yang berisiko tinggi tertular penyakit TBC.

Satu orang dalam satu ruangan terjangkit TBC, maka rekan-rekan satu ruangannya berpotensi besar tertular TBC, terangnya. 

Diakuinya, penyakit TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan. Namun dalam penyembuhannya membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.

AYO BACA : Jadi Penghasil Listrik, Warga Kabupaten Bandung Bayar Lebih Mahal

Jadi daripada terjangkit TBC, lebih baik kita melakukan hal-hal preventif, ucapnya.

Upaya preventif yang harus dilakukan, di antaranya adalah dengan menjaga kebersihan di lingkungan pesantren. Selain itu juga, perilaku dalam keseharian santri di lingkungan pesantren terutama saat batuk atau bersin.

Jadi kalau batuk atau bersin, maka harus menutup mulut. Sehingga bisa meminimalsiasi menularnya penyakit, tandasnya.

Selain itu, ventilasi udara di ruangan baik itu pondokl maupun kelas harus bagus.

Ventilasi udara juga harus diperhatikan dengan baik, tegasnya. 

AYO BACA : Bobotoh Kecewa Lihat Unggahan Ponaryo Astaman

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar