Yamaha Lexi

Ada 100 Lebih Ragam Nasi Goreng di Indonesia

  Rabu, 10 Oktober 2018   Rizma Riyandi
Nasi goreng.(Pixabay)

SLEMAN, AYOBANDUNG.COM -- Nasi goreng memang telah lama dikenal sebagai salah satu makanan khas Indonesia yang banyak disukai orang. Bahkan mantan Presiden AS Obama secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya adalah penggemar nasi goreng. Namun, tahukah Anda, jika Indonesia memiliki lebih dari 100 jenis nasi goreng?

Berdasarkan penelitiannya, pakar kuliner UGM, Prof. Murdijati Gardjito mengatakan, setidaknya ada 104 ragam nasi goreng yang tersebar di Indoensia. Sebanyak 36 diantarnya dapat ditelusuri asal usulnya. Sedangkan 59 lainnya merupakan resep pengembangan.

AYO BACA : Ini Asal Muasal Nasi Goreng yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Temuan tersebut menunjukkan bahwa citarasa nasi goreng merupakan citarasa universal yang dapat diterima hampir seluruh masyarakat. Sebaran asal usul nasi goreng ada di Jawa dan Sumatera yang seluruhnya merupakan 50% dari daerah kuliner yang ada di Indoensia.

“Ragam nasi goreng yang paling banyak ada di Jawa, yakni 20 ragam tersebar di daerah kuliner Sunda, Betawi, Semarangan, Yogyakarta, Surakarta, Jawa Timur bagian utara, dan Jawa Timur bagian selatan,” paparnya dalam diskusi Mengupas Tuntas Strategi Nasi Goreng dan Sate dalam Menembus Citarasa dan Pasar Dunia, Selasa (9/10), Festival Kuliner Nasi Goreng dan Sate di Grha Sabha Pramana UGM.

AYO BACA : Ditaklukkan Madura United, Gomez Tetap Apresiasi Hasil Kerja Keras Persib

Sementara Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Eni Harmayani menuturkan, Indonesia dikenal sebagai dapur gastronomi dunia yang memiliki banyak variasi ragam hidangan yang menggugah selera. Sayangnya, kuliner Indonesia masih kurang dikenal secara global.

Padahal, berdasarkan hasil survey CNN sejak tahun 2007 sampai 2017, nasi goreng menempati peringkat kedua makanan terenak di dunia setelah rendang. Sedangkan sate menempati urutan kesepuluh hingga empat belas. Hal ini menunjukkan bahwa seni dapur Indonesia telah mengangkat martabat bangsa, khususnya menyumbangkan kenikmatan bagi bangsa-bangsa di dunia dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya yang strategis dari berbagai pihak untuk memperkuat pelaku usaha kuliner dan para pemangku kepentingan agar kuliner Indonesia dapat bersaing di tataran internasional maupun di tanah air sendiri dari serbuan kuliner asing,” paparnya. (Humas UGM/Ika)

AYO BACA : Istri Indro Warkop Meninggal Dunia, Ridwan Kamil Sampaikan Ucapan Duka Cita

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar