Yamaha Lexi

Tajamkan Otak dan Pikiran dengan Musik

  Senin, 08 Oktober 2018   Rizma Riyandi
musik

AYO BACA : Ajak Generasi Milenial Aktif Menulis Lewat AyoNetizen

Hampir setiap saat telinga kita tak pernah lepas dari suara-suara. Suara yang kita dengar itu bermacam-macam. Salah satunya, musik. Musik sudah menjadi background hidup. Di mana-mana suara musik terdengar. Entah itu lagu atau hanya alunan instrumen musik saja.

Bagi beberapa orang, mendengarkan musik itu sudah menjadi hobi atau bahkan rutinitas sehari-hari. Tak ada salahnya mendengarkan musik. Saya sendiri berpikir bahwa musik itu merupakan penyemangat dalam menjalankan setiap kegiatan yang saya lakukan. Tak ada istilahnya mendengarkan musik itu membuang waktu. Kita bisa melakukan kegiatan apapun sambil mendengarkan  musik.

Kebanyakan orang mempercayai bahwa mendengarkan musik klasik mampu membuat otak menjadi cerdas. Namun sampai saat ini pun masih banyak ilmuwan yang masih meneliti kenapa mendengarkan musik klasik bisa mencerdaskan otak.

Faktanya, musik klasik bukan membuat otak menjadi cerdas, namun otak akan dibuat lebih peka karena biasa terlatih saraf-sarafnya terhadap lantunan musik klasik yang menenangkan. Musik klasik yang dikatakan juga mampu untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri atau disebut dengan kecerdasan intelektual dan emosional.

Bagi orang yang memiliki tipe auditori dalam menangkap suatu informasi, mungkin musik bisa menjadi media pembelajaran atau sebagai bahan terapi untuk merefleksikan otak. Berikut akan saya paparkan beberapa langkah-langkah untuk mengasah otak kita dengan musik.

Pertama, pilih musik apa saja yang kalian sukai atau musik yang bisa membuat kalian pribadi relaks. Sebenarnya, tidak harus selalu dengan musik klasik. Musik apapun bisa dijadikan media pembelajaran asalkan musik itu bisa membuat kita senang dan tenang. Namun, memang melodi dan lantunan dari musik klasik bisa meningkatkan fungsi saraf-saraf otak.

Kedua, latihlah kesehatan jasmani kalian. Karena jika badan kita segar dan bugar itu akan memperlancar peredaran darah. Artinya ada sirkulasi darah yang sampai ke otak. Lakukanlah rutin setiap hari saat berolah raga pagi. Kalian juga bisa melakukan senam ringan maupun yoga bahkan jogging. Lakukanlah sambil mendengarkan musik. Tidak harus lama. Cobalah dengan dua buah musik jika keadaan kalian yang tidak memiliki waktu luang di pagi hari.

Ketiga, tidurlah yang cukup. Cukup di sini itu saya pribadi tidak harus terpaku dengan tidur selama delapan jam. Karena tiap orang memiliki porsi kebutuhan istirahat yang berbeda. Cobalah tidur berkualitas dengan mendengarkan musik. Untuk tidur, saya lebih menyarankan agar memilih musik yang memiliki tempo lebih ringan. Banyak lullaby karya komposer populer yang lebih cocok untuk menemani tidur. Di saat kita tertidur, otak kita pun beristirahat namun saraf-sarafnya menjadi meningkat tikat kepekaannya. Alunan musik klasiklah yang dapat melatih saraf-saraf tersebut ketika kita tidur.

Keempat, belajar diiringi alunan musik. Putarlah musik yang mampu membuat anda tenang namun masih bisa fokus menangkap materi pelajaran. Di sini lah kita dianjurkan untuk mendengarkan musik tanpa ada lagu atau lirik. Karena jika itu sebuah lagu dengan lirik, kita mungkin akan membuat belajar kurang efektif karena kita malah ikut melafalkan atau menyanyikan liriknya yang membuat kefokusan terhadap pembelajaran berkurang.

Tapi kalian juga bisa mendengarkan lagu yang liriknya tidak bisa kita ikuti atau nyanyikan. Kita hanya butuh alunan irama musiknya saja. Karena itu yang membuat kita semakin fokus. Beberapa musik klasik rekomendasi untuk didengar sambil belajar yaitu, Suites for Solo Cello dari Johann Sebastian Bach, String Quarters Op. 33 by Joseph Haydn, Concerto for Flute and Harp by Wolfgang Amerdeus Mozart, Sting Quartets Op. 18 by Ludwig van Beethoven (“Early String Quartets"), dan Trio for Violin, Horn and Piano by Johannes Brahms (“Horn Trio").

Kelima, musik selalu bisa menyesuaikan dengan perasaan kita. Ada banyak jenis musik yang bisa kita sesuaikan dengan suasana hati kita saat itu. Musik yang sesuai dengan perasaan sedih, senang, terluka, kaget, galau bahkan jika kita sedang dalam kondisi marah pun ada. Namun cobalah dengan perlahan untuk mengganti musik yang kita dengarkan apapun yang sedang dirasakan dengan mendengarkan musik yang membuat tenang dan ceria. Jangan mendengar lagu yang sedih jika sedang sedih, itu hanya malah mempermarah mood, bukan memperbaiki.

Yang terakhir, alangkah baiknya jika kita juga bisa memainkan istrument musik. Ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa orang yang mampu memainkan instrumen musik, tingkat intelektualnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang tidak bisa main alat musik. Karena selama kita memainkan alat musik, otak kita pun ikut terasah bekerja dan berpikir mengikuti alunan musik yang dimainkan. Jadi tidak ada salahnya jika kita mulai mencoba memainkan alat musik. Kuncinya hanya berlatih dan sabar. Apalagi jika usia kita bukanlah lagi anak-anak, mungkin cukup sulit hanya untuk menguasai satu alat musik saja.

Begitulah beberapa langkah dari saya dalam melatih otak kita supaya dapat berpikir jernih, cepat dan berkualitas. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua khususnya pelajar atau mahasiswa yang memiliki tipe pembelajaran auditori. Tak ada salahnya mendengarkan musik klasik dari pada musik keras yang hanya bisa membuat telinga dan kepala sakit mendengarnya.

Siti Ulfatul Rahmah
Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung

AYO BACA : Ini 6 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi September 2018

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar