Yamaha Aerox

Umuh Muchtar: Persib Siap Main di Serui atau Wamena

  Kamis, 04 Oktober 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Manajer Persib, Umuh Muchtar. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM – Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengaku tidak masalah jika laga kandang Persib melawan Madura United, Selasa (9/10/2018) digelar di Papua. Bahkan dirinya setuju apabila tim Maung Bandung akan bermarkas di Serui atapun di Wamena.

Sebagaimana diketahui, Persib mendapatkan serangkaian sanksi dari Komisi Disiplin PSSI, setelah adanya peristiwa yang menewaskan salah satu anggota The Jakmania dalam pertandingan yang mempertemukan Persib dan Persija, Minggu (23/9/2018) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

AYO BACA : Umuh Muchtar: Ada yang Ingin Menghancurkan Persib

Salah satu bentuk hukumannya adalah larangan bagi Persib untuk mengadakan laga status kandang di Pulau Jawa hingga akhir musim 2018. “Tetapi kalau Komdis PSSI tetap meminta  kami bermain di luar Pulau Jawa, ya sudah di Serui saja atau di Wamena,” kata Umuh, Kamis (4/10/2018).

Dia menyatakan, tim Maung Bandung memiliki hak penuh untuk menentukan di mana akan melangsungkan laga kandang meski di luar Pulau Jawa. Umuh merasa Persib siap bermain di mana saja. Pasalnya pendukung Persib telah tersebar di seluruh Indonesia.

AYO BACA : Persib Belum Putuskan Stadion untuk Jamu Madura United

“Persib mah di mana-mana ada, ke Serui juga jangan salah pasti penuh penontonnya,” ucapnya.

Hingga saat ini dirinya masih tidak mengerti keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI untuk Persib. Apalagi Sekjen PSSI, Ratu Tisha, sempat menyebutkan bakal merevisi surat sanksi bagi tim Maung Bandung.

“Dikatakan Persib harus menggelar pertandingan di Kalimantan, ternyata itu hanya contoh. Bagaimana ini? Seperti tidak serius," tuturnya.

Umuh mencurigai adanya pihak-pihak yang tidak menyukai Persib sehingga ingin menjatuhkan tim asuhannya itu. Dia juga mempertanyakan bagaimana pertimbangan Komdis PSSI sebelum memberikan hukuman untuk Persib.

"Ini dasarnya tidak jelas dari mana, bab berapa, pasal berapa yang diambil? Tidak ada. Makanya kalau benar harus digelar di luar Pulau Jawa jangan dianggap percontohan," pungkasnya.

AYO BACA : Gomez Pertanyakan Kinerja Komisi Disiplin PSSI

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar