Yamaha Aerox

Belajar Berbagi dari Qahwah Black Coffee Shop

  Rabu, 03 Oktober 2018   Fathia Uqimul Haq
Suasana Qahwah Black Coffee Shop yang terletak di Jalan Pangaritan Utara, Panyileukan, Bandung. (ayomedia.com/Fathia Uqimul Haq)

PANYILEUKAN, AYOBANDUNG.COM--Baru saja menggelar pembukaan gerai baru pada 1 Oktober 2018, Qahwah Black Coffee sudah digandrungi  masyarakat. Hal itu terbukti dari ramainya para pelanggan yang datang hingga larut malam, juga membeludaknya masyarakat saat seremoni pembukaan Qahwah Black Coffee Shop.

Bertempat di Jalan Pangaritan Utara, Kecamatan Panyileukan, Bandung, gerai ini hadir untuk membawa kebermanfaatan. Bukan cuma soal bisnis, melainkan pemberdayaan, edukasi kopi, dan kegiatan sosial adalah cita-cita sang pemilik dari dulu. Buktinya, dua minggu sebelum pembukaan, Qahwah telah mempromosikan kopinya dengan harga Rp10.000 saja.

Namanya Hadipras. Dia berjualan kopi dari 5 kebun di Jawa Barat. Sebut saja kopi dari Arjasari, Ciwidey, Garut, Subang, dan Manglayang. Biji kopi sesuai standar Qahwah membuat Ia harus langsung bertemu dengan para petani di lima tempat tersebut. Baginya, membuat sebuah sajian harus  dikenali asal-usulnya.

"Kami membuat kedai kopi untuk edukasi ke masyarakat kalau minum kopi itu juga bisa murah," katanya, Selasa (02/10/2018).

Sesuai slogannya, Ngopi Raos Moal Boros, dalam bahasa Sunda yang artinya ngopi enak tidak membuat boros. Hadi menginginkan masyarakat juga bisa mencicipi kopi yang enak, langsung dibuat dengan segar, dan sama seperti kafe di tengah kota.

Hadi mengaku pada awalnya, orang-orang segan ketika melihat kafenya terbuka. Keengganan masuk gerai disebabkan interior yang disangka menyajikan kopi mahal. "Tapi setelah pada bayar, eh murah," ujarnya.

AYO BACA : Makan Dimsum Sepuasnya di Harris Hotel Bandung

Sama seperti sajian kopi pada umumnya, Qahwah menyediakan kopi dengan metode V60, Vietnam Drip, Tubruk, Latte, bahkan aneka minuman kekinian seperti Green Tea atau red velvet.

Makanan camilannya tersedia roti bakar, mi rebus, mozarella stick, sampai Cilok Ubed yang terkenal di sebuah sinetron laris Preman Pensiun.

Aktivitas berbagi dari Qahwah, selain memakmurkan petani kopi dan mengedukasi masyarakat lewat sajian kopi dengan harga yang ramah, setiap Salat Jumat Qahwah membuka stan kopi gratis di sebuah masjid. Mereka sengaja memberikan kopi gratis kepada orang-orang selepas Jum'atan.

"Setiap minggu berbeda-beda masjidnya, sudah jadi komitmen kami," jelasnya.

Dia menyisihkan satu kilo kopi untuk dibagikan kepada para jamaah Jum'atan. Tak jarang, Qahwah terlibat aktif di kegiatan sosial bersama anak yatim atau membantu donasi dengan memberikan biji kopi untuk usaha penggalangan dana.

Dalam dua minggu, Hadi telah merekrut 7 karyawan untuk membantu kedai kopinya. Bermula dari satu orang, bertambah dua, kemudian bertambah lagi akibat ketidakmampuan menangani pelanggan setiap malam.

AYO BACA : Nachos Meksiko Ala Tasik

"Ramenya mulai jam 7 malam itu terus aja nyeduh enggak berhenti," ujarnya.

Hadi merekrut karyawan dari anak muda yang masih duduk di bangku kuliah. Makna berbagi untuk Hadi melalui Qahwah membuka  lapangan pekerjaan bagi para mahasiswa. Bahkan, dia pun tidak merekrut barista yang telah mahir di profesinya. Hadi mengajarkan dari nol, berawal dari ketidaktahuan tentang kopi, sampai barista mudanya telah mampu membuat latte cantik.

"Di sini saya membebaskan anak-anak. Habis kuliah, baru ke sini. Izin dulu misalnya ada kelas, juga enggak apa-apa," ungkapnya.

Belum juga satu bulan berdiri, Hadi mengaku telah banyak permintaan untuk membuka franchise atas nama Qahwah. Namun, dia tak ingin buru-buru. Perlahan dia akan terus mengembangkan Qahwah sampai karyawannya dapat menjalankannya sendiri. Karena biji kopi mentah Qahwah pun laris dipesan hingga ke luar negeri.

"Karena saya harus kembali ke kebun lagi, bertani lagi," ujarnya.

Rentang harga minuman dan makanan di gerai bernuansa hitam dan coklat ini dimulai dari Rp7.000 sampai Rp15.0000. Qahwah Black Coffee Shop buka setiap hari mulai pukul 14.00 WIB sampai 00.00 WIB.

Pada 6 Oktober 2018 mendatang, Qahwah Black Coffee Shop bakal menggalang dana untuk korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah bersama para artis Preman Pensiun. Pada 7 Oktober 2018, akan ada pemberian rekor MURI untuk penyajian liwet terpanjang. Masih di acara yang sama, puncak penggalangan akan diselenggarakan di Cibutak bersama penyanyi Budi Cilok yang bersuara seperti Iwan Fals.

AYO BACA : Mencicipi Kuliner Nikmat di Gang Nikmat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar