Yamaha Aerox

Kerusakan Tulang Mengintai Pasien Cuci Darah

  Senin, 01 Oktober 2018   Rizma Riyandi
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI)

AYO BACA : Ingin Diet Sehat? Konsumsi Sumber Karbohidrat Ini

AYO BACA : Ukuran Jari Bisa Pengaruhi Risiko Terkena Kanker Prostat

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Cuci darah ternyata membawa berbagai efek samping bagi para pasien yang menjalaninya. Diantaranya, tulang menjadi rapuh dan harus diperiksa sepanjang waktu.

Dokter ahli ginjal dan hipertensi, dr. Pringgodigdo menyatakan, pasien Gagal Ginjal yang sudah melakukan dialisis atau cuci darah harus rutin memeriksakan mineral tubuhnya, terutama  kalsium dan fosfat. Bahkan pemeriksaan ini harus dilakukan setiap satu sampai tiga bulan.

"Untuk Hormon Paratiroid (PTH), setiap tiga sampai enam bulan. Jika PTH meningkat, harus memeriksa alkalin fosfatase setiap tahunnya," ujarnya pada seminar awam yang diselenggarakan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) dengan tema Waspada Kerusakan Tulang Pada Pasien Gagal Ginjal di Jakarta, Kemarin (30/09/2018).

Dalam pemaparannya, dokter ahli Ginjal dan Hipertensi ini memaparkan, kerusakan tulang pada pasien Gagal Ginjal dapat disebabkan oleh gangguan mineral dan tulang. Gangguan ini terjadi karena ketidakseimbangan kalsium dan fosfor dalam darah. Ketidakseimbangan mineral ini dapat mempengaruhi tulang, jantung, dan pembuluh darah.

Pringgodigdo menerangkan, jaringan tulang secara terus menerus direnovasi dan dibangun kembali. Organ ginjal memainkan peran penting dalam mempertahankan massa dan struktur tulang yang sehat. Makin turun fungsi ginjal, maka kerusakan tulang semakin tinggi.

Lebih lanjut lagi, Pringgodigdo menjelaskan, ginjal yang sehat menghilangkan kelebihan fosfor dari darah. Ketika ginjal berhenti bekerja secara normal, kadar fosfor dalam darah bisa menjadi terlalu tinggi, sehingga empat kelenjar kecil di leher yang disebut kelenjar paratiroid, terstimulasi memproduksi hormon yang disebut hormon paratiroid (PTH).

“Hormon inilah yang memerintahkan ginjal supaya membuang fosfor yang tinggi dalam darah. Sama halnya dengan kadar kalsium dalam darah yang terlalu rendah, maka PTH juga akan semakin tinggi. Terlalu banyak PTH dalam darah akan menghilangkan terlalu banyak kalsium dari tulang dan membuat tulang menjadi rapuh, bahkan dapat terjadi kalsifikasi (pengendapan kalsium) pada pembuluh darah yang meningkatkan resiko kematian pada pasien Gagal Ginjal,” tambahnya.

Maka itu, Pringgodigdo berpesan, untuk menghindari makanan yang tinggi fosfor. Sebab biasanya, makanan tinggi fosfor cenderung tinggi protein. Padahal pasien Gagal Ginjal membutuhkan asupan protein yang tinggi untuk meningkatkan Hemoglobin (HB).

“Untuk menanganinya diberikan obat pengikat fosfor atau Kalsium Karbonat (CaCO3) dimakanan, dan dianjurkan minum obat tersebut bersamaan dengan makan. Supaya fosfor yang ada dimakanan bisa diikat oleh obat tersebut, sehingga tidak diserap oleh tubuh, sedangkan protein yang ada dimakanan tetap diserap,” ujarnya.

Acara seminar yang diikuti lebih dari 100 peserta ini terselenggara atas kerjasama dengan Fresenius Medical Care Indonesia. Senior Marketing Manager Fresenius Medical Care Indonesia, Astry Try Astuti menyampaikan, seminar ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat. Khususnya pasien Gagal Ginjal agar lebih menjaga kesehatan tulang.

“Komitmen kami untuk memberikan perawatan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien,” ungkapnya.
 

AYO BACA : Ternyata Keju Permesan Punya Banyak Manfaat bagi Kesehatan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar