Yamaha NMax

Aksi Tabur Bunga, Bandung Supporter Alliance Suarakan Keinginan

  Jumat, 28 September 2018   Fathia Uqimul Haq
Bandung Supporter Alliance (BSA) melakukan aksi damai dengan cara tabur bunga sebagai bentuk keprihatinan atas insiden tewasnya pendukung Persija saat melawan Persib, di Taman Cikapayang, Kamis (27/9/2018). (Fathia Uqimul Haq/ayobandung.com)

DAGO, AYOBANDUNG.COM—Bandung Supporter Alliance (BSA) menginginkan ada standardisasi dari kepolisian untuk pengamanan para pendukung sepak bola.

Humas BSA, Andhika Ramadhan menilai pada saat pertandingan di GBLA, pihak kepolisian membuang gas air mata. Padahal, ada anak-anak yang hadir di stadion pada saat itu.

"Kita pun enggak pernah dikasih kesempatan untuk bisa ngobrol sama manajemen sebagai bobotoh, mereka menutup diri. Kalau boleh, kami bisa ngobrol sama federasi dan manajemen," katanya, Kamis (27/9/2018), dalam aksi damai dengan tabur bunga atas insiden tewasnya pendukung Persija saat melawan Persib kemarin, di Taman Cikapayang, Dago.

Menurutnya, imbauan The Jak tidak usah ke Bandung atau Bobotoh tidak perlu ke Jakarta saat ada laga belum cukup. Sebaiknya, ada regulasi jelas yang diharapkan kedua pihak dapat saling bertemu supaya saling mengenal satu sama lain.

AYO BACA : Alasan Ridwan Kamil Galang Dana untuk Keluarga Haringga

"BSA menyepakati adanya rivalitas. Boleh kita di dalam stadion saling silang pendapat, tetapi keluar stadion semua kembali rangkulan, bersikaplah sebagai manusia lagi," ujarnya.

Pihaknya menuntut pemangku kebijakan memberikan edukasi kepada para pendukung. Selain itu, mesti ada regulasi supaya penanganan lebih baik dan ada solusi langsung ke masyarakat. Tidak adanya edukasi dari PSSI dinilai menjadi akibat bentroknya antar pendukung di Indonesia.

"Kita pengin federasi itu seha, sepak bola sehat dan supporter mencontoh federasi dan klub supaya semuanya sama-sama sehat," tuturnya.

BSA juga menuntut Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi untuk turun jabatan. Karena kedudukan Edy sebagai Gubernur Sumatera Utara membuat ketidakfokusan dalam membenahi PSSI.

AYO BACA : Suporter Anarkis, Tindakan Salah Kaprah Raih Identitas Massa

"Mau pilih PSSI atau gubernur? Kalau milih gubernur ya mundur dari PSSI. Jadikan sepak bola sebagai hiburan, buat regulasi yang semestinya, edukasi supporter jangan cuma meraup keuntungan belaka," ujarnya.

Sementara itu, Andhika menilai away day adalah bentuk kekuasaan dan fanatisme. Ada sebuah  refleksi kecintaan pada klub yang menghadirkan pendukung sebagai bentuk cinta.

"Tapi enggak perlu suporter milenial posting apa-apa pas away day. Itu masalah narsisme, namun justru mengancam dirinya," jelasnya.

BSA adalah sekelompok pendukung yang dibentuk atas dasar kesepakatan organisasi dan bobotoh. Tidak hanya soal bola, BSA memiliki kegiatan sosial yang mengedukasi supporter seperti kelas menulis, pembuatan zine, diskusi, dan bakti sosial. 

Ratusan anggota yang tergabung dalam BSA diajak untuk mengambil alih masalah sosial yang ada di permukaan. Setidaknya, supporter adalah bagian dari lapisan masyarakat itu sendiri.

"Ada hal-hal yang bisa diedukasi di luar sepak bola. Makanya kami melakukan kegiatan ini," kata dia.

AYO BACA : Ketua Viking Persib Minta Maaf atas Kematian Haringga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar