Yamaha Aerox

Nuansa Sunda Tutup GLF 2018

  Rabu, 26 September 2018   Rizma Riyandi
Global Land Forum (GLF) 2018 ditutup dengan sukses. Para delegasi dari 84 negara ikut menari bersama pada acara Gala Dinner sekaligus penutupan yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (25/9/2018). (Humas Pemkot Bandung)

AYO BACA : Global Land Forum Tuntut Hak Atas Tanah

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Global Land Forum (GLF) 2018 ditutup dengan sukses. Para delegasi dari 84 negara ikut menari bersama pada acara Gala Dinner sekaligus penutupan yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (25/9/2018).

Alunan lagu Sunda yang dibalut dengan musik dua warna mampu menghangatkan suasana malam. Sinar bulan purnama menyempurnakan malam perpisahan para delegasi GLF itu.

Acara yang diawali dengan tarian Sunda itu turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. Selain hadir, Yana juga menyempatkan menyapa para delegasi.

Ia mengucapkan terima kasih karena panitia telah memilih Kota Bandung sebagai tuan rumah forum pertanahan terbesar di dunia. Yana juga menyatakan, mendukung penuh terhadap perjuangan para delegasi.

"Sesuai dengan tujuannya, kegiatan GLF menjadi bagian dari perjuangan kita meningkatkan kerja sama dan membangun kesadaran di kalangan pemerintah dan masyarakat sipil untuk memperjuangkan keadilan hak atas tanah, mencegah perampasan tanah, meninjau kembali reformasi agraria di era global, serta melindungi kaum perempuan yang berjuang mempertahankan hak atas tanahnya," seru Yana.

Ia pun mengucapkan selamat kepada panitia yang merangkai acara dengan apik sehingga peserta bisa mengikuti acara dengan baik. Ia berharap acara tiga tahunan itu bisa mencapai hasil yang diharapkan.

"Harapannya ke depan, tidak ada lagi masyarakat sipil yang dirampas tanahnya. Tidak ada lagi kaum perempuan yang tidak mendapatkan hak atas tanahnya," ucap Yana.

Selain suasana yang hangat dan meriah, para delegasi juga disuguhi berbagai jenis kuliner nusantara. Mulai dari rendang, pempek, hingga es campur memberi kesan yang berbeda bagi para delegasi.

Kesan yang baik disampaikan oleh Ken Otieno dari Kenya kepada Humas Kota Bandung. Ia mengaku kagum kepada Kota Bandung karena keramahan warganya.

"Ada satu yang saya suka dari kota ini, yaitu rasa kemanusiaan yang begitu kental. Berbeda dengan negara-negara lain yang pernah saya kunjungi," katanya.

Menurutnya, kemanusiaan itu terletak pada cara setiap orang berinteraksi. Ia senang melihat orang saling menghormati.

"Sangat berbeda, saya sangat terkesan," ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB itu berjalan cukup khidmat dengan diputarnya video-video tentang profil pejuang tanah di berbagai daerah.

AYO BACA : Kota Bandung Terpilih Jadi Tuan Rumah Global Land Forum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar