Yamaha Aerox

Melepas Stres ala Komunitas Merajut Bandung

  Rabu, 19 September 2018   Nur Khansa Ranawati
Sejumlah anggota Komunitas Merajut Bandung (KMB) sedang asyik merajut sambil bersilaturahmi, Rabu (19/9/2018). (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

CIHAMPELAS, AYOBANDUNG.COM -- Dunia merajut memang seolah tak pernah kehilangan penggemar. Di Bandung, kegiatan tersebut memiliki wadah tersendiri yang telah berdiri sejak tujuh tahun silam. Wadah yang dinamai Komunitas Merajut Bandung (KMB) tersebut menjadi sarana berkumpulnya para perajut.

“KMB didirikan untuk mewadahi rajuters Bandung dan sekitarnya untuk saling sharing dan silaturahmi,” jelas Uke Wahyu Wartanti, salah satu pendiri KMB pada ayobandung.com, Rabu (19/9/2018).

Uke sendiri jatuh cinta pada dunia rajut sejak kelas tiga Sekolah Dasar. Awalnya, ia--yang memang menyukai dunia kreatif seperti menyulam dan kristik--melihat sang tetangga tengah asyik merajut.

“Awalnya lihat tetangga yang lagi merajut kok asyik banget. Kemudian tertarik dan minta diajari oleh ibu karena beliau serba bisa,” ungkapnya.

Ia kemudian mencoba mempelajari seni rajut secara otodidak. Bahkan, di usia awal Sekolah Dasar dirinya sudah berhasil membuat tas dan taplak.

Kesenangan tersebut juga dirasakan Helena Virgawati, yang juga merupakan pendiri KMB. Ia sudah membuat berbagai macam kerajinan rajut, termasuk di antaranya adalah sepatu yang kerap digunakannya.

Lebih dari sekedar hobi, menurutnya, merajut juga mampu berperan sebagai terapi. “Merajut bisa melatih motorik, juga menghilangkan stress karena fokusnya teralihkan, “ jelasnya.

AYO BACA : Mengangkat Kembali Eksistensi Kerajaan Kendan Melalui Nuras Cai

Baginya, merajut adalah candu yang produktif. “Kalau sudah sekali mencoba pasti ingin lagi. Jadi candu,” ujarnya seraya tersenyum.

Kopdar Plus-plus

KMB bukan sekedar komunitas dunia maya. Tiap bulannya, komunitas ini menggelar kopi darat yang diisi dengan kegiatan merajut bersama. Para pemula pun tidak perlu khawatir, karena anggota lainnya siap mengajari peserta lain untuk membuat karya.

Ayobandung.com menyempatkan diri untuk mampir ke acara kopi darat KMB beberapa waktu lalu di Gorjeus Café, Cihampelas.

Di sana, para pehobi rajut dari berbagai usia nampak asyik mengerjakan karyanya masing-masing. Hari itu, peserta diminta untuk membuat Crochet Dish Srcubbie menggunakan wol warna-warni.

Salah satu peserta bahkan rela datang menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya di Kuningan.

Ruda, begitu ia biasa disapa, mengatakan bahwa dirinya ingin mempelajari dunia rajut lebih jauh. “Saya suka merajut di Kuningan, tapi di sana tidak ada senior,” jelasnya.

AYO BACA : Mengintip Jual Beli Motor Bebek Jadul di Duck Garage

Rencananya, dirinya juga ingin menggelar kopdar serupa di Kuningan. Saat ini, ia telah menginisiasi komunitas rajut di tempatnya. “Alhamdulillah di Kuningan mulai ada peserta yang bergabung,” jelasnya.

Ia juga mengaku menyenangi kegiatan merajut salah satunya karena bisa membuat diri lupa pada masalah.

“Latar belakang saya dari matematika, walaupun nggak nyambung, tapi merajut ini bisa jadi kegiatan melepas penat dan sejenak melupakan masakah sehari-hari,” jelasnya.

Inisasi Festival Rajut

Tak hanya menggelar kopdar rutin bulanan, KMB pun telah beberapa kali menggelar Festival Rajut Bandung yang diikuti oleh berbagai pehobi maupun komunitas rajut.

Bahkan, di tahun 2012, komunitas ini juga menggelar Festival Rajut Nasional. “Pengennya sih ada festival lagi, rencananya tahun depan akan kembali digelar. Rencananya sih sudah dipikirkan dari lama, tema-nya juga sudah ada,” ungkap Helena.

Tujuan pelaksanaan festival tersebut tak lain salah satunya adalah untuk mengenalkan dunia rajut pada khalayak yang lebih puas. Lagipula, Ukke pun mengatakan bahwa dirinya ingin KMB berhasil mengealkan rajut hingga ke luar negeri.

“Tujuan lain didirikan KMB adalah untuk mengenalkan rajutan tidak hanya terbatas di Bandung, tapi juga diseluruh Indonesia dan jika memungkinkan sampe ke luar negeri,” pungkasnya.

AYO BACA : Pegiat Kopi Jabar Semarakkan Ngopi Bareng KAI #2

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar