Yamaha Aerox

Mengangkat Kembali Eksistensi Kerajaan Kendan Melalui Nuras Cai

  Minggu, 16 September 2018   Mildan Abdalloh
Tari keurseus di gelaran Nuras Cai, Minggu (16/9/2018).(Ist for ayobandung.com)

NAGREG, AYOBANDUNG.COM--Ribuan warga Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Cikancung, dan sekitarnya menggelar ritual menjaga mata air atau Nuras Cai di Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Minggu (16/9/2018).

Daerah tersebut merupakan wilayah Kerajaan Kendan yang saat ini berada di Kabupaten Bandung.

Sesepuh Sejarah Masyarakat Kendan Sutan Wahyu Joko Subroto mengatakan Nuras Cai merupakan salah satu budaya masyarakat Sunda dalam melestarikan alam.

AYO BACA : RakaTours Tawarkan Paket Wisata Berbasis Budaya & Etnik Nusantara

"Nuras adalah sebuah ritual ruwatan di sumber mata air yang mengalir di kawasan hulu alas," tutur Sutan kepada ayobandung.com.

Orang yang akrab disapa Bob Ujo tersebut memaparkan ada lima mata air yang terdapat di lokasi yang kini bernama  Kampung Nenggeng tersebut, yakni Cikajayaan. Cipamukuan, Cikahuripan, Cikasihan, dan Cikadugalan yang mempunyai debit air sampai 10 liter/detik.

Nuras Cai diawali dengan gotong royong masyarakat sekitar membersihkan saluran air. Sebuah kambing hitang disembelih di mata air yang mana dagingnya dibagikan kepada warga untuk disantap bersama.

AYO BACA : Patung Sebesar Jarum, Perjalanan Ritual Toni Kanwa

Ritual tersebut merupakan simbol berbagi dengan sesama dan rasa sykur kepada Tuhan atas rejeki yang diberikan kepada manusia melalui alam.

"Nuras Cai juga merupakan cara untuk mengabarkan kepada dunia kalau di sini dulu terdapat Kerajaan Kendan," ungkapnya.

Mata air yang menjadi lokasi Nuras Cai dalam pelbagai cerita tentang sebuah kerajaan yang bernama Kendan.

"Ada dua raja yang dulu bisa mengakses hulu alas, yakni Raja Keempat Kendan Sang Wersi Kendayun, dan Raja Sunda Maha Raja Tarus Bawa," katanya.

Selama ini, Kerajaan Kendan seolah terkubur oleh zaman. Dia mengharapkan dengan digelarnya Nuras Cai dan, ke depan masyarakat Sunda bisa mengetahui jika di kawasan timur Kabupaten Bandung terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kendan.

"Lokasi mata air dekat dengan artefak bekas Kerajaan Kendan, itu sebuah bukti kalau Kendan pernah ada dan eksis di tatar Sunda," ujarnya.
Kendan merupakan salah satu kerajaan tertua di tatar Sunda, Raja Keempat Kendan merupakan salah satu pendiri Kerajaan Galuh.

AYO BACA : Inilah Suku Pedalaman dari Seluruh Dunia dan Terancam Punah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar