Yamaha Aerox

Kumuh dan Terpencil, Rumah di KBB Ini Dijual Rp2 Miliar

  Jumat, 14 September 2018   Mildan Abdalloh
Rumah yang akan dijual dengan harga Rp2 miliar di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB. (Mildan Abdalloh/ayobandung).

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM--Sebuah rumah di RT 02/RW 09, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan dijual dengan harga fantastis . Rumah tersebut hanya mempunyai satu pintu masuk dan sudah lapuk, ditambah jauh dari tetangga.

Bangunan terdekat dari rumah yang berada di Kampung Sodong tersebut hanya sebuah masjid megah yang didesain oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dari pantauan, sebuah tulisan berlatar kuning tertempel di dinding beton susun rumah tersebut. 

"Rumah Ini Akan Dijual, Luas 140 M," bunyi tulisan berwarna hitam tersebut yang pada bagian bawah terdapat nomor telepon yang diduga merupakan nomor pemiliknya.

"Iya akan dijual kalau harganya cocok," ujar Daryonah pemilik rumah kepada ayobandung, Jumat (14/9/2018).

AYO BACA : Kisah Eko, Pemilik Rumah yang Dibentengi Tetangganya

Tidak tanggung-tanggung, perempuan berusia 60 tahun tersebut menyebut angka yang fantastis untuk ukuran tanah dan bangunan seluas 140 meter persegi tersebut. Terlebih, bangunan yang dimiliki bukan dikategorikan mewah.

Bangunan hanya berbentuk kotak dan beratapkan seng. Di dalam rumah juga tidak ada barang-barang mewah, bahkan terkesan kumuh, dinding bangunan juga sudah lapuk dimakan usia.

"Kalau mau Rp2miliar. Rumah memang jelek, tapi lihat lokasinya," ucapnya dengan nada tegas.

Lokasi rumah milik Daryonah berada di Kota Baru Parahyangan perumahan termewah di Bandung Barat, tepat di samping Masjid Al Irsyad. 

Sekeliling rumah merupakan lahan milik perusahaan tersebut. Sebagai pemisah, sekeliling rumah dibangun beton susun yang menyerupai dinding, hanya pada bagian pintu yang tidak terdapat 

AYO BACA : Ini Hasil Mediasi Rumah Eko Purnomo yang Tidak Memiliki Akses Jalan

tembok. Dulu, Daryonah hidup di Kampung tersebut bersama puluhan tetangga. Namun pada tahun 2000-an, seluruh tetangga pindah setelah rumah mereka dibeli oleh perusahaan properti.

"Rumah saya juga sempat ditawar, tapi suami tidak menjualnya. Harganya tidak tahu, karena suami tidak pernah cerita," ucapnya.

Secuil cerita saja yang diterima Daryonah terkait alasan suaminya enggan menjual rumah tersebut.

"Katanya harganya tidak cocok, karena dulu atap hampir roboh," ungkapnya.

Karena tidak ada kesepakatan, pengembang properti urung membeli rumah dan bangunan tersebut. Sampai sekarang, ketika semua tetangga pergi, Daryonah masih menempati rumah tersebut.

Untuk menyambung hidup, Daryonah menjadikan sebagian ruangan untuk berjualan nasi.

Sepeninggal suami, Daryonah hanya tinggal bersama seorang anaknya bernama Paulina (20). Kini, dia berniat menjual rumahnya, namun lagi-lagi harga yang ditawarkan cukup fantastis.

"Kalau mau silahkan, tidak juga tak apa-apa. Untuk hidup mah ada saja rezeki. Ini juga warung nasi karena sudah banyak yang tahu, alhamdulillah selalu banyak yang beli," ujarnya.

AYO BACA : Rumah Warga Ujungberung Ini Tidak Memiliki Akses Jalan, Begini Kronologinya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar