Yamaha Lexi

Ketika Sejarah dan Teknologi Bersatu di Museum Gedung Sate

  Jumat, 14 September 2018   Nur Khansa Ranawati
Pengunjung tengah mengamati salah satu deskripsi sejarah di Museum Gedung Sate, Kamis (13/9/2018)

DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM—Museum Gedung Sate kini hampir satu tahun berdiri. Bagi Anda yang belum pernah mengunjunginya, segera luangkan waktu di hari Selasa hingga Jumat untuk menyambangi salah satu museum gaya baru ini.

Tak seperti museum-museum lainnya yang telah lama berdiri di Bandung, Museum Gedung Sate berhasil mengawinkan artefak sejarah yang kuno dengan kecanggihan teknologi. Oleh karenanya, kesan sepi dan ‘seram’ yang kerap menempel pada sebuah museum tidak akan Anda temui di sini.

Museum ini terletak di basement sayap kanan Gedung Sate, tepatnya di sebrang area Bank bjb. Plang “Museum Gedung Sate” akan Anda temui begitu melangkahkan kaki untuk masuk ke area museum. Sebelum masuk, Anda perlu menukar uang masuk sebesar lima ribu rupiah dengan gelang pengunjung.

Instalasi lini waktu perjalanan Kota Bandung akan menyambut Anda di area depan. Di sana, Anda dapat melihat perkembangan Bandung dari masa ke masa ; mulai dari deksripsi sejarah tiap-tiap tempat, foto-foto Bandung baheula, hingga rekaman audiovisual yang menjelaskan peristiwa tertentu.

Melangkah ke dalam, di sisi kanannya Anda juga akan menemukan instalasi serupa. Bedannya, sisi ini memuat informasi mengenai kondisi geografis Kota Bandung dan sekitarnya.

AYO BACA : Menghitung Biaya Pembangunan Gedung Sate dengan Mesin Waktu

Meksipun museum ini terbilang tidak terlalu luas, namun, setiap fakta sejarah yang ada ditampilkan dengan format interaktif berbalut teknologi, sehingga mampu memantik rasa penasaran pengunjung.

Bahkan, deskripsi sejarah berupa teks yang biasanya membosankan pun dikemas menjadi tumpukan kubus yang dapat diputar-putar.

Salah satu sudut yang membuat pengunjung mengantri adalah sudut virtual reality yang mengajak penggunanya seolah terbang dengan balon udara menyusuri konsep Gedung Sate yang tidak sempat diwujudkan ; yakni area pemerintahan yang membentang hingga Monumen Perjuangan.

“Karena tidak sempat diwujudkan, maka kami menampilkan gambarannya di sini,” ujar sang pemandu tur museum kepada pengunjung, Kamis (13/9/2018).

Tak hanya virtual reality, teknologi proyeksi empat dimensi dan augmented reality pun tersedia di sana. Pada ruangan augmented reality, Anda akan menemukan diri Anda berada di tengah-tengah pekerja di masa kolonial.

Bila masih penasaran akan cerita seputar Bandung dan Gedung Sate, Anda juga bisa menikmati tayangan video di ruang theater yang tersedia sambil beristirahat sejenak.

AYO BACA : Obor Asian Games Tiba di Gedung Sate, Ini Deretan Pembawanya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar