Yamaha Aerox

Ukuran Jari Bisa Pengaruhi Risiko Terkena Kanker Prostat

  Kamis, 13 September 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ilustrasi Kanker Prostat (slideshare.net)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan paling mengancam manusia. Sejumlah survei dan penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun telah menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah pasien kanker dalam dua dekade terakhir.

Adapun kanker prostat adalah jenis kanker yang mempengaruhi kelenjar prostat pada pria. Kelenjar prostat adalah kelenjar berukuran sebesar kenari kecil yang ditemukan di antara kantung kemih dan penis pada pria.

Kelenjar prostat adalah bagian yang sangat penting dari sistem reproduksi laki-laki, karena berfungsi untuk mengeluarkan cairan yang menyuburkan sperma dan cairan ini berejakulasi bersama dengan sperma yang membantu dalam pembuahan. Ketika ada pertumbuhan abnormal dan penggandaan sel kanker di kelenjar prostat, hal itu mengarah ke kanker prostat. 

AYO BACA : YKAKI, Rumah Singgah Untuk Anak Penderita Kanker

Biasanya, kanker prostat dapat diobati jika didiagnosis pada tahap awal. Namun, jika ternyata ditemukan sudah pada tahap terakhir, kanker ini akan sulit untuk diobati dan dapat mengakibatkan kematian.

Beberapa gejala yang lebih nyata dan umum dari kanker prostat biasanya sering ingin buang air kecil, kesulitan memulai dan menghentikan aliran urin, dan nyeri saat buang air kecil. Darah dalam urine pun kesulitan mencapai dan mempertahankan ereksi saat berhubungan seks, nyeri saat ejakulasi, dan nyeri pada tulang femur, tulang rusuk, dan tulang belakang.

Bagaimana jari dapat prediksi faktor risiko kanker prostat?

AYO BACA : Pramugari Berisiko Lebih Tinggi Terserang Kanker

Seperti yang kita ketahui, setiap penyakit memiliki serangkaian faktor risiko atau penyebab yang membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit tertentu. Namun menururt ahli, selain faktor umum seperti gaya hidup yang buruk, faktor keturunan, dan sebagainya, ada faktor risiko lain yang bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit kanker prostat.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2011, telah melakukan tes pada lebih dari 1.500 pasien kanker prostat. Hasilnya menyatakan pria yang memiliki jari telunjuk lebih panjang daripada jari manis berisiko terkena kanker prostat. 

Faktor risiko ini mungkin terdengar agak aneh, tetapi pria dengan jari telunjuk yang lebih panjang (lebih panjang dari jari manis) memiliki risiko 33 persen lebih tinggi terkena kanker prostat. Para ahli selanjutnya menyatakan, hal ini mungkin karena gen HOX. Gen HOX adalah elemen kunci dalam perkembangan organ dan jari-jari.

Faktor itu juga dicatat oleh para ahli dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, yang menyatakan gen HOX tidak proporsional pada pasien kanker prostat. Jadi, rasio jari telunjuk dan jari manis bisa dikaitkan dengan gen HOX yang tidak proporsional, bisa menjadi faktor risiko untuk kanker prostat.

Alasan sebenarnya tentang bagaimana dan mengapa gen HOX memainkan peran dalam kanker prostat belum ditemukan oleh para ahli. Namun, mereka yakin jika jari telunjuk terhubung ke gen HOX, maka dapat memicu kanker prostat.

Meski begitu, tidak setiap pria dengan jari telunjuknya lebih panjang daripada jari tengah rentan terhadap kanker prostat. Ini hanyalah salah satu faktor risiko, yang baru-baru ini ditemukan. Terlepas dari ukuran jari-jarinya, seseorang harus diuji untuk kanker prostat secara teratur, terutama setelah usia 55 tahun atau jika mereka melihat gejala apa pun.

AYO BACA : Ketahui Kanker Serviks dengan Tes IVA

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar