Yamaha Aerox

Cetak Generasi Literatur ala SMP Laboratorium UPI Kampus Cibiru

  Rabu, 12 September 2018   
Logo UPI

Di ‘Zaman Now’ ini informasi semakin banyak. Teknologi semakin canggih. Negara memerlukan generasi yang gesit dan melek terhadap informasi agar tidak ketinggalan zaman.

Jika generasi malas membaca, kemungkinan besar negara mudah dijajah dan dibodohi. Bukan hanya keterampilan membaca yang diperlukan, melainkan juga menulis, berbicara, berhitung, dan memecahkan masalah.

Hal itu dikenal dengan istilah literasi, sebagaimana yang diungkapkan oleh National Institute for Literacy (NIFL), literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat.

SMP Laboratorium UPI Kampus Cibiru memiliki program literasi. Seluruh civitas akademik terlibat aktif.

Program ini bertujuan untuk mencetak generasi yang literat dan menciptakan suasana literasi di sekolah maupun lingkungan sekitar.

AYO BACA : Metode Sugestopedia Membentuk Pribadi Berbudi Luhur

Berbagai program telah dirancang dan dilaksanakan, di antaranya: ‘Reading Redathon’ (membaca massal), membuat resensi buku, mengikuti pelatihan menulis, menerbitkan buku (Program Sabusaku ‘Satu Bulan Satu Buku’), membuat majalah sekolah, membuat mading, membuat Pohon Geulis, dan mengikuti event kepenulisan.

Siswa dan guru juga aktif mengirimkan karya ke media cetak dan sosial yang diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi seluruh pembaca khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Selain itu, di SMP ini juga terdapat komunitas penulis yang diberi nama ‘Penulis Labschool’. Komunitas ini mewadahi para siswa yang gemar menulis dan ingin menerbitkan buku.

Dalam hal pembuatan mading dan majalah, tim literasi bekerja sama dengan ekstrakulikuler JUFO (Jurnalistik Fotografi). Di dalamnya dibentuk tim redaksi.

Para wartawan Labschool selalu meliput setiap kegiatan dan mencari konten tulisan.

AYO BACA : Melihat Indahnya Kota Bandung dari Kaki Gunung Manglayang

Di tingkat kabupaten, SMP Laboratorium UPI Kampus Cibiru mengikuti program LRCKB (Leader Reading Challenge Kabupaten Bandung).

Sepuluh orang siswa terlibat dalam program ini. Mereka meresensi buku yang sudah dibaca sebanyak-banyaknya hingga bulan Desember 2018.

Berbagai teknik resensi mereka gunakan, seperti: AIH, Ishikawa Fish Bone, Y Chart, Komik, dan lain-lain.

Dengan program literasi ini, diharapkan generasi bangsa yang akan datang mampu mengubah status Negara Indonesia menjadi ‘Negara Maju’, bukan lagi ‘Negara Berkembang’.

Penulis: Lina Amalina  S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia SMP Laboratorium Percontohan UPI Kampus Cibiru

AYO BACA : Cerita Jokowi soal Aksi Naik Motor di Pembukaan Asian Games

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar