Yamaha Aerox

Unik, Kue Ini Bermotif Batik Megamendung

  Minggu, 09 September 2018   Faqih Rohman
Kue roll motif batik megamendung. (Faqih R Syafei/ayocirebon).

LEMAHABANG, AYOCIREBON.COM--Kue merupakan makanan ringan yang disukai oleh semua kalangan, dari muda hingga tua. Rasa manis serta bentuknya yang menggoda membuat orang tidak bisa menolak untuk mencicipinya. 

Di Cirebon, terdapat kue unik yang dibua dengan bermotifkan batik megamendung. Kue ini diproduksi oleh Fitria Santi dan dilabeli Lalegit Fisan.

Fitri sejak masih muda sudah gemar memasak salah satunya membuat berbagai macam aneka kue. Bakatnya tersebut diasah semasa kuliah di salah satu universitas di Bogor, ketika tinggal di asrama putri. 

"Karena di asrama putri 'kan kita juga harus bisa masak dan keterampilan lain. Makanya jika ke kota saya suka datang ke toko buku untuk beli buku resep kue dan lainnya," katanya kepada ayocirebon beberapa waktu lalu.

Sejak resign kerja untuk mengurus anak pada tahun 2013, dia mulai bergabung dengan berbagai komunitas pencinta kuliner melalui media sosial facebook. 

"Berawal dari situ, saya dikenalkan buku tentang batik roll cake karya Yuliana Bisri dan mulai mempelajarinya," ujarnya.

Setelah mengetahui teknik pembuatan kue batik, terbersit ide untuk membuat kue dengan kreasi motif khas Cirebon. Pada tahun 2016, Fitria menciptakan kue roll megamendung.

Dia mengaku untuk bahan baku yang digunakan tidak jauh berbeda pada umumnya, seperti terigu, gula, telur dan lainnya, karena tidak memakai bahan pengawet kue hanya bertahan 2-3 hari dalam suhu ruangan, dan 5-7 hari di kulkas.

"Untuk rasa ada dua varian yaitu coklat dan vanilla, namun bisa dikreasikan sesuai permintaan konsumen. Baik dari motif dan tambahan lainnya," ucapnya.

Dalam pembuatannya, diperlukan ketelitian dan keterampilan untuk membuat polanya. Dalam satu kali pembuatan menu, memakan waktu sekitar satu jam mulai dari proses awal hingga akhir.

Kue motif batik ukuran loyang 24x24 cm dibanderolnya mulai dari harga Rp80.000 hingga ratusan ribu. Harga tersebut sesuai dengan kerumitan dan berbagai tambahan toping lainnya.

"Makin banyak motif, makin rumit. Dala satu bulan pesanan bisa sampai 30 kue, sedangkan untuk pemasaran sudah mencapai wilayah Ciayumakuning, bahkan sampai ke Bandung, Bogor, Jakarta," terangnya. 

Fitria menambahkan hingga kini respon yang ditujukan oleh konsumen rata-rata puas dari segi bentuk dan rasanya. Diharapkan kuenya ini bisa menjadi buah tangan khas Cirebon.

"Selain menjual kue roll, saya juga bikin kue brownies dengan motif yang sama dan sesuai permintaan. Semoga ini bisa menjadi oleh-oleh khas Cirebon," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar