Yamaha Aerox

Melihat Warna-Warni di Kampung Pelangi 200

  Sabtu, 25 Agustus 2018   Fathia Uqimul Haq
Seorang warga tengah berfoto di dinding Kampung Pelangi 200 yang dihiasi lukisan unik. (Fathia/ayobandung)
TERAS CIKAPUNDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Lima tahun lalu, pada 2013, rumah Dadang Muhammad Rahmat (43) mengalami kebakaran akibat pembakaran kayu untuk memasak dia lupa matikan. Tak bersisa, hunian 6x6 meter itu habis dilalap sang jago merah. Dadang tinggal bersama istri dan tiga orang anak. Untungnya, tak ada korban jiwa. Namun harta tak bisa diselamatkan. 
 
Sejak awal rumahnya tak diberi pulasan warna. Apalagi kala huniannya terbakar, yang penting dia bisa memiliki tempat berteduh kembali, tak muluk-muluk. "Saat itu banyak yang memberi bantuan baik dari warga komplek, Polman, pihak RW juga, seperti asbes, batuan, sembako, sampai pakaian," kata Dadang, saat ditemui di Kampung Pelangi 200, Dago, Sabtu (25/8/2018). 
 
Sekarang, rumah Dadang kembali ke sedia kala. Terlihat lebih segar, Dadang tengah mengecat dinding gang di mana rumahnya berdiri. Dia memulas dengan warna pink dan biru ke setiap batuan dinding. 
 
Dulu, baik sebelum kebakaran atau sesudahnya, rumah Dadang tak pernah dicat. Begitu pun dengan rumah tetangga Dadang lainnya. Dia mengaku, kini Kampung 200 yang telah dipoles cantik oleh PT Rajawali Hiyoto dengan 20 ton cat Sanlex membuat kampungnya semakin segar. Sehingga Kampung Pelangi 200 menjadi kampung yang indah dipandang dan penuh lukisan. 
 
"Seneng bisa mendapat cat gratis jadi bisa mengecat rumah masing-masing," katanya. 
 
Tak hanya Dadang, RT 3, 4, 10, dan 11 di Kelurahan Dago diberi cat gratis dari Sanlex supaya kampung menjadi elok dan berwarna. Dulu, kata Dadang, areal rumah yang bertumpuk, berdekatan, dan di tanah bantaran Sungai Cikapundung ini tidak segar dan cerah. "Bagus lingkungannya segar kalau kayak gini," ujarnya. 
 
Warga Kampung Pelangi 200 bergotong royong memulas rumah masing-masing, tangga jalan, serta dinding jalan dengan banyak warna. Butuh waktu dari Februari 2018 hingga 25 Agustus 2018 sampai Kampung 200 menjadi Kampung Pelangi 200. 
 
Setiap tangga dipoles dengan warna berbeda. Setiap dinding rumah dicat dengan pola unik mulai dari abstrak, persegi panjang, atau mengikuti pola dinding yang tersusun dari bebatuan. 
 
Di Taman Lansia milik Kampung Pelangi 200, sejumlah dinding dipulas dengan aneka lukisan dan mural menarik yang cocok sebagai tempat berswafoto. 
 
Menurut Manajer Markom PT. Rajawali Hiyoto, Agus Budisaksono, Kampung 200 terpilih sebab memiliki kontur yang unik. Empat rukun tetangga diberi cat gratis dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-45. 
 
"Desain awal dan pemilihan warna sudah didiskusikan dengan pihak setempat, tinggal warga yang bekerjasama mengecatnya," kata Agus, pada peresmian Kampung Pelangi 200, Sabtu, (25/8/2018).
 
Tak hanya Kampung Pelangi 200, sejak 2008 Sanlex telah mewarnai fasilitas umum seperti masjid terpencil, sekolah terpencil, hingga fasilitas sosial. "Pemukiman padat juga karena biasanya mereka tidak mengecatnya jadi kami bantu supaya lebih terjaga kebersihan dan keindahannya," kata dia.
 
Ketua RW 12, Budi Waskito mengapresiasi kinerja warga atas pengecatan kampung 200 menjadi Kampung Pelangi 200. Sehingga Kampung 200 kini menjadi berwarna dan semakin indah. "Karena kami sebagian tinggal di bantaran Sungai Cikapundung sehingga dengan adanya program ini warga semakin sadar bahwa areanya kini menjadi indah dan bersih," kata Budi, di waktu dan tempat yang sama.
 
Karena, selama ini sebagian warga bantaran masih belum sadar akan dampak buang sampah ke sungai. Makanya, Budi berharap ketika tempat tinggalnya semakin disorot dan diperindan, mereka menjadi malu untuk membuang sampah sembarangan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar