Yamaha NMax

121 Kelurahan di Kota Bandung Masih Berstatus Kumuh

  Jumat, 10 Agustus 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Kawasan Kumuh di Kota Bandung. (Ilustrasi)
CARINGIN, AYOBANDUNG.COM -- Kawasan kumuh di Kota Bandung saat ini masih cukup banyak. Berkaca pada data 2015, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung mencatat kelurahan dengan pemukiman kumuh tersebut tersebar di 121 titik kelurahan di 'Kota Kembang'. Angka ini diperkirakan meningkap seiring banyaknya urbanisasi dan peningkatan jumlah penduduk.
 
Salah satu upaya perbaikan tergambar dalam revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) 2018. Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan, Permitasi, Prasarana, Sarana Utilitas, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Nunun Yanuarti menyebutkan Pemkot Bandung berencana memperbaiki 927 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) pada tahun 2018.  
 
Dana sebesar Rp23,9 miliar pun bakal digelontorkan dari APBD Kota Bandung untuk melancarkan proses perbaikan rumah warga kurang mampu itu. Jumlah perbaikan unit rutilahu 2018 ini merupakan salah satu bagian dari total 3.216 renovasi rutilahu di Kota Bandung.
 
"Kalau untuk APBD, DPKP3 diberikan anggaran untuk perbaikan rutilahu ini jumlahnya Rp 23,9 miliar. Adapun total perbaikan unit Rutilahu di 2018 dari dari APBD kota Bandung, Bantuan Gubernur (Bangub), dan bantuan kementerian, yakni 3216 unit," ungkap Nunun kepada ayobandung.com, Jumat (10/8/2018).
 
Menurut dia, ada tiga kategori permukiman yang bisa disebut kumuh, yakni kumuh berat, kumuh ringan, dan kumuh sedang. Pemkot Bandung pun secara bertahap merevitalisasi Rutilahu ini bagi warga yang masih tinggal di kawasan kumuh tersebut. 
 
Adapun jumlah anggaran yang diberikan untuk perbaikan rutilahu tidak dipukul rata. Hal ini tergantung pada tingkat kerusakan rumah tersebut. Kerusakan ringan dipatok Rp5 juta/unit, kerusakan sedang Rp10 juta/unit, dan maksimum untuk kerusakan berat sebesar Rp15 juta hingga Rp17,5 juta/unit.
 
Meski begitu, Nunun menyebutkan data renovasi rutilahu yang sudah rampung sampai dengan tahun anggaran 2017 yakni mencapai 3.906 unit. Sementara untuk hingga saat ini masih ada 7.068 unit rutilahu yang harus diperbaiki.
 
"Tapi rata-rata status rutilahu di Kota Bandung masuk dalam kategori kumuh berat sehingga mendapat bantuan penanganan biasanya sekitar Rp17,5 juta. Tapi untuk kategori sedang hingga ringan juga ada," sambungnya.
 
Diakui Nunun, untuk revitalisasi kawasan kumuh memang dipengaruhi berbagai indikator. Bukan hanya adanya kehadiran bangunan rutilahu saja. Tapi juga ada indikator lainnya seperti kondisi jalan yang tidak bagus, sanitasi yang kurang bagus, drainase, dan sebagainya. Oleh karena itu, dia menyebut penanganan ini membutuhkan kolaborasi dengan program lainnya, yakni porgram perbaikan jalan, sanitasi, drainase, termasuk juga upaya revitalisasi kawasan.
 
"Untuk perbaikan rutilahu juga, kami ada kriteria rumah yaitu harus rumah tanah milik. Sedangkan di permukiman kumuh itu banyak yang status tanahnya bukan tanah hak milik. Kita juga perhatikan pembangunan rumahnya ada yang legal juga ada yang ilegal. Makanya penanganannya pun ada berbagai macam," lanjutnya.
 
Semisal Kelurahan Cijawura, Kota Bandung. Di kelurahan tersebut ada enam RW yang menjadi kawasan perumahan kumuh. Lantaran, dari pantauan ayobandung.com di lokasi dari segi kelayakan sanitasi, drainase, hingga rutilahunya masih cukup memprihatinkan.
 
Ketua Koordinaror Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) keurahan Cijawura, Entoh Dana bahkan menyampaikan di Kelurahan Cijwura terdapat enam RW atau kawasan tersebut masih terkendala masalah kekumuhan terutama terkait infrastruktur dan pembangunan drainase.
 
"Di Cijawura masih banyak masalah infrasturktur salah satunya pembangunan drainase bahkan dari hampir setengah dari total RW merupakan RW kumuh," aku Entoh kepada ayobandung, Jumat (10/8/2018).
 
Dalam perbaikan rutilahu, Cijawura diakui Entoh memang mendapatkan bantuan dari Pemkot Bandung untuk perbaikan delapan unit rutilahu. Sementara 35 unit perbaikan rutilahu berasal dari Bantuan Gubernur (Bangub). Adapun untuk dana revitalisasi kelurahan yang memiliki 13 RW ini direncanakan bakal memeroleh bantuan sekitar total Rp1 miliar.
 
"Makanya kami ingin secepatnya anggaran ini cair karena kalau dari (swadaya) warga, mereka kurang responsif. Contoh drainase yang kurang baik. Makanya kalau musim hujan di Cijawura sering banjir," ungkapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar