Yamaha NMax

Bandung Smart Card, Kartu Pintar Multifungsi

  Kamis, 09 Agustus 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Kepala Bidang Persandian dan Aplikasi Persadian pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Srie Dhiandini.

JALAN ACEH, AYOBANDUNG.COM--Dalam waktu dekat, warga Kota Bandung bakal punya kartu multifungsi yang disebut Bandung Smart Card. Kartu pintar multifungsi ini rencananya akan diluncurkan pada Senin (13/8/2018) oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung.

Kepala Bidang Persandian dan Aplikasi Persandian pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Srie Dhiandini, menyampaikan Bandung Smart Card ini adalah bagian program dari smart City yang digagas Wali Kota Bandung.

Srie berharap kehadiran Bandung Smart Card mampu mempermudah masyarakat melakukan transaksi dan mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Kartu ini nantinya dapat digunakan untuk berbagai transaksi transportasi, koperasi, perdagangan, dan pariwisata di Kota Bandung.

AYO BACA : Begini Sketsa Batik Garuda Kencana ala Ridwan Kamil

"Nanti Senin akan ada kesepakatan dari delapan perbankan di antaranya Mandiri dan bjb. Intinya ini merupakan bentuk upaya Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang diprogramkan oleh Bank Indonesia. Intinya agar masyarakat melakukan transaksi apapun bisa melalui kartu ini," ungkap Srie saat acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Kota Bandung, Kamis (9/8/2018).

Srie menyebutkan pilihan uang dalam Bandung Smart Card ini terdiri atas dua pilihan sistem, yakni uang elektronik yang nominal maksimal Rp2 Juta dan sistem kartu debit yang nominal maksimal Rp10 juta.

Selain itu, Srie menyebutkan Bandung Smart Card ini akan memberikan berbagai manfat bagi warga Kota Bandung. Mulai dari sisi perencanaan keuangan, keamanan, kemegahan terintegrasi, kecepatan transaksi, hingga meminimalisir risiko dalam bertransaksi.

AYO BACA : Euforia Ridwan Kamil

"Keunggulan kartu ini, warga kota Bandung jadi punya identitas atau kebanggaan dalam bertransaksi. Untuk pegisian nominal uang kartu ini pun bisa dilakukan di bank yang sudah menyiapkan smart card ini, atau bisa juga datang langsung ke delapan bank merchant. Nanti kalau animo masyarakat tinggi bisa beli voucher uangnya di mini market atau koperasi juga," lanjutnya.

Tingkat keamanan
Srie menjelaskan dalam dua pilihan sistem uang elektronik ataupun kartu debit ini memiliki tingkat pengamanan yang berbeda. Misalnya, untuk sistem kartu dengan uang elektronik fungsinya serupa dengan pengunaan uang pada umumnya. Oleh karenanya, jika hilang maka isi nominal uang dalam kartu tersebut bisa mudah raib.

"Makanya sementara ini untuk pengisian uang elektronik ini kita batasi dulu sampai Rp2 juta saja karena kartu ini fungsinya sama dengan uang. Jadi kalau hilang, ya hilang saja seperti uang. Bisa dipakai langsung," paparnya.

Namun, lain halnya dengan sistem debit. Srie menyebut sistem kartu debit ini lebih terintegritas dengan sistem yang lebih aman, yakni diverifikasikan dengan indentitas kepemilikan. Lantaran maksimal keterisian nominal uang dalam kartu tersebut mencapai Rp10 juta.

"Tapi ke depan untuk semua sistem Bandung Smart Card akan terintegrasi atau tercatat. Nanti juga akan diintegrasikan dalam satu sistem yaitu gerbang pembayaran nasional (GPN)," ujarnya.

AYO BACA : Cerita Ridwan Kamil Soal Sosok Ginan Koesmayadi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar