Yamaha NMax

Hari Kucing Sedunia, Ini Cerita Para Pencinta Kucing

  Rabu, 08 Agustus 2018   Fathia Uqim
Ilustrasi. (irissiel.deviantart.com)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Setiap 8 Agustus, dunia memperingatinya sebagai hari kucing internasional. Di hari tersebut, selama 24 jam, kucing mendapatkan pengakuan lantaran menjadi salah satu hewan peliharaan tertua dan tercinta.

Menukil laman Days of The Year, perayaan ini disatukan untuk pertama kalinya pada tahun 2002 oleh The International Fund for Animal Welfare (IFAW), di antara kelompok-kelompok hak asasi hewan lainnya, untuk merayakan hewan peliharaan paling populer di planet ini.

Diperkirakan ada 500 juta kucing bermain-main dan berkeliaran di sekitar halaman rumah di seluruh dunia. Artinya sebagian besar keluarga besar pasti memiliki seekor kucing. Bahkan sering ditemukan sebuah keluarga lebih banyak memiliki kucing daripada anggota keluarganya sendiri.

Memelihara kucing diklaim dapat meningkatkan kesehatan mental dan menghilangkan stres, kecemasan, dan depresi. 

AYO BACA : Sensasi Makan Es Krim sambil Main bareng Kucing

Salah satunya seperti yang dibagikan Ayu Saras (21). Dia mengaku mencintai kucing karena bisa mengurangi kadar stres usai pulang kuliah dan bekerja.

“Berasa ada yang perlu diperhatiin, kebutuhan afeksi kita terpenuhi dan seperti ada teman main,” ujar Ayu kepada ayobandung.com, Rabu (8/8/2018).

Ayu memelihara kucing sejak tahun 2016. Ia mendapatkan kucing tersebut dari sembarang tempat dalam keadaan terlantar dan sakit. Lalu ia mengurus dan mengobatinya hingga bersih dan kembali sehat. Dari empat ekor yang ia adopsi, sekarang hanya tinggal satu. 

Ayu berharap, bagi mereka yang benar-benar mengaku pencinta kucing jangan sampai memilih-milih kucing untuk diurus dan disayang. 

AYO BACA : Tips Merawat Kucing untuk Pemula

“Terbebas dia mau kucing ras atau domestik, yang sehat atau yang berpenyakit, kewajiban berbuat baik itu untuk semua kucing,” ujarnya.

Ia memberi saran jika memiliki uang lebih, sering-sering memberi makan kucing yang berada di jalanan. Kegiatan ini dinamakan street feeding. Dengan membeli dry food yang dibawa kemana-mana, pecinta kucing bisa memberikan makan di mana pun dan kapan pun pada hewan tersebut.

Pengalaman berbeda dibagikan Marta Chairunnisa (23). Wanita asal Cilegon ini memelihara kucing ras Persia dan Himalaya karena pemberian dari ibunya.

“Mereka melihara kucing karena aku sama adik aku tinggalnya tidak sama mereka. Jadi karena sepi, mereka melihara kucing supaya rumah enggak sepi-sepi banget,” kata Martha.

Menurutnya, kucing itu hewan yang lucu, apalagi jika sedang manja membuat Martha menjadi gemas. 

“Yang pasti kucing kan enggak najis, jadi santai aja kalau dijilat-jilat,” katanya.

Martha berharap supaya manusia tetap menyayangi kucing dengan setulus hati. Soalnya, jika kucing merasa disayang, sudah barang tentu kucing akan sayang dengan manusia. “Jadinya dia enggak galak dan penurut,” terangnya.

AYO BACA : Imuwan Jawab Pertanyaan Penting : Benarkah Kucing Adalah Sebuah Zat Cair?

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar