Yamaha NMax

Internet Gaming Disorder, Gangguan Mental Pecandu Gim

  Sabtu, 04 Agustus 2018   Fathia Uqimul Haq
Ilustrasi anak memainkan internet

TAMANSARI, AYOBANDUNG.COM--Gim menjadi hal yang tak terlepas oleh pengguna gawai pada masyarakat hari ini. Segala permainan yang diciptakan manusia bisa diunduh bebas di aplikasi baik Play Store maupun AppStore. Tak sedikit, orang semakin intensif bermain gim, mulai dari gim daring, gim menantang komputer, atau gim pribadi yang memuaskan hasrat bermain.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kecanduan gim sebagai kondisi gangguan mental. Psikolog Anak, Anggi Anggraeni mengatakan dalam  buku panduan ahli jiwa dunia, Diagnostic Statistic Manual (DSM 5)  ada yang dinamakan internet gaming disorder, yaitu salah satu penggunaan internet yang secara berkelanjutan, berhubungan dengan penggunaan internet yang besifat patologis.

Namun ketika ditetapkan  internet gaming disorder sebagai gangguan jiwa, justru menimbulkan kontroversi di antara para ahli gangguan jiwa dunia. Sehingga para ahli sepakat untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk menyusun kriteria diagnosis gangguan ini agar lebih akurat.

Melansir CNN, anggota Departemen Kesehatan Jiwa dan Penyalahgunaan Zat WHO, dr Vladimir Poznyak, mengatakan, ada tiga diagnosa utama atau karakteristik gangguan kecanduan gim. Salah satunya adalah gim lebih diutamakan daripada kegiatan lain. Selain itu, ketidakmampuan pencandu untuk mengontrol perilakunya jadi salah satu diagnosa gangguan ini. Ketika konsekuensi negatif terjadi, perilaku ini terus berlanjut atau meningkat.

Terakhir, adalah ketika kondisi tersebut mengarah kepada gangguan fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, atau pekerjaan. Dampaknya sendiri tampak nyata seperti gangguan pola tidur, masalah diet, dan kekurangan aktivitas fisik.

“Secara keseluruhan, karakteristik utama gangguan gim ini sangat mirip dengan diagnosa gangguan penggunaan zat adiktif,” kata Poznyak.

Untuk mendiagnosanya, lanjut Poznyak, perlu mengamati pola perilaku negatif yang telah berlangsung setidaknya selama 12 bulan. Pasalnya, tak bisa hanya diketahui dengan beberapa jam atau beberapa hari.

Anggi berpendapat, terlalu cepat bila mengatakan kecanduan gim ini sebagai gangguan mental. Saat ini, pada masyarakat, gim menjadi solusi ketika seseorang misalnya sedang menunggu sesuatu, atau hiburan ketika sudah penat seharian bekerja.

Namun,  jika hal tersebut sudah menimbulkan gangguan fungsi pribadi, sosial, keluarga, mengganggu pola tidur, dan aktivitas sehari-hari, maka  masyarakat perlu mewaspadainya.

“Solusinya ya kita sendiri yang harus bisa mengerem agar hal tersebut tidak menjadi candu untuk diri kita,” ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar