Yamaha NMax

Menghadapi Low Vision dan Cara Mengatasinya

  Sabtu, 04 Agustus 2018   Fathia Uqim
Ilustrasi low vision

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Sepulang sekolah, Angga Mulyana kembali ke komputernya. Dia bermain game sesuka hati tanpa melihat waktu. Setelah dari komputer, dia beralih ke play station. Lebih dari empat jam, dia menatap layar televisi seraya menggerakan jarinya ke tombol joystick.

Dia lakukan itu sejak SD sampai awal masuk SMP di tahun 2008. Tahun itu menjadi titik kesadaran bahwa dia tak bisa mendapatkan penglihatan penuh di matanya.

Lelaki 24 tahun itu harus menerima kenyataan. Mata kanannya hanya memiliki sisa penglihatan 30% , dan mata kiri 50%. Naas, saat dia mulai merasakan matanya terganggu, dia tak langsung pergi ke dokter. “Ah masih bisa lihat ke papan tulis,”ujar Angga, kepada ayobandung.com, beberapa waktu lalu.

Lama kelamaan, Angga tak dapat menyaksikan tulisan guru di papan tulis. Semakin lama hanya buram yang tergambar dari matanya. Kemudian, dia bergegas ke RS Mata Cicendo sampai dokter menyayangkan tindakan Angga.

“Kenapa enggak dari dulu langsung periksa,” kata Angga meniru ucapan dokter kala itu.

Angga mengalami Low Vision. Sebuah gangguan penglihatan sehingga seseorang terganggu dalm mengerjakan tugas, makan, jalan, membaca, bahkan bekerja.

Menurut Dr. dr Karmelita S, SpM(K) RS Mata Cicendo, keadaan ini adalah gangguan penglihatan yang tidak dapat kembali maksimal lagi walau diberi kacamata maksimal, pengobatan, atau operasi, tapi masih dapat dicoba alat bantu.

Low Vision bukan buta, melainkan sebuah keadaan seseorang masih punya sisa penglihatan yang dapat dipakai dan dilatih untuk membantu melakukan tugas sehari-hari hingga mencari nafkah.

Menurut Karmelita, tanda-tanda kemungkinan LV yang harus diperhatikan adalah melihat TV dengan jarak yang sangat dekat, membaca buku pada jarak kira-kira 5 cm, menabrak bila jalan, sering jatuh bila turun tangga, dan anak dengan albino, mata yang terus bergerak-gerak tak terkendali, dan mata juling.

“Pertama yang harus segera dilakukan jika terasa mata sudah tidak nyaman adalah periksa, periksa, periksa,” tegas Karmelita.

Mata adalah indera yang kompleks. Karmelita melanjutkan, perlu asesmen dan pendalaman lebih lanjut mengenai gejala yang terjadi pada seseorang. Tidak bisa langsung mendiagnosa hanya dengan melihat keadaan pertama saja.

“Bila sudah dipastikan ada gangguan penglihatan permanen, maka datang pada ahli Low Vision untuk mencari alat yang dapat memperkuat sisa penglihatan,” ujarnya.

Kemudian, penderita akan dilatih cara pemakaian alat sesuai kebutuhuan. Namun tidak semua penderita Low Vision perlu dan dapat menggunakan alat. Harapannya supaya kebutaan dapat dikurangi.

Low Vision disebabkan oleh berbagai penyakit. Bisa dari glaukoma, diabetik retinopati, bahkan keadaan sejak lahir. Bisa jadi, pembentukan mata saat di kandungan tidak sempurna sehingga bayi mengalami Low Vision. 

Karmelita menerangkan, yang terpenting adalah tata laksana selanjutnya bagi penderita Low Vision ke arah rehabilitasi.

“Ada orientasi mobilitasi, apalagi untuk yang buta total, bagaimana mereka dengan satu tongkat bisa mandiri kemana pun,” terangnya.

Pelatihan ini dilakukan untuk mengajarkan pasien agar dapat bergerakbebas dan aman di tempat tertuutp maupun terbuka. Pendengaran juga harus terlatih dengan beberapa teknik tongkat, anjing pemandu, atau petunjuk penglihatan.

Sebagai contoh, instruktur mengajari cara melakukan tugas di rumah supaya aman.Misalnya menggunakan kompor, membuat label obat-obatan, adaptasi penggunaan produk. "Namun bagian paling penting dalam proses rehab adalah melalui konseling yang dilakukan psikolog dalam sesi indiviu atau berkelompok," katanya.

Hal itu penting dilakukan supaya penderita dan keluarga bisa menghadapi masalah depresi dan frustasi yang dapat menyertai penderita.

"Bila penderita kehilangan penglihatan tersebut dapat melakukan hal-hal secara mandiri, biarkan mereka melakukannya," ujarnya.

Sebab, sangat penting bagi mereka mendapatkan kepercayaan diri dengan melakukan tugas-tugas secara mandiri. "Menolong penderita ketika memang benar-benar membutuhkan pertolongan," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar