Yamaha Mio S

Komisi X Soroti PPDB, Nilainya Masih 7

  Kamis, 12 Juli 2018   Dadi Haryadi
Ilustrasi PPDB daring. (Ramdhani/ayobandung)

GEDUNG SATE, AYOBANDUNG.COM--Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 tingkat SMP dan SMA dianggap masih jauh dari sempurna. Sejumlah masalah masih menjadi sorotan, di antaranya temuan kasus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu.

"Secara keseluruhan nilainya masih 7, padahal harusnya bisa 9,5," ujar Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa di Gedung Sate, Bandung, Kamis (12/7/2018).

Ledia menjelaskan, PPDB memberlakukan penerimaan siswa melalui jalur zonasi, prestasi, dan SKTM. Dengan cara ini diharapkan mampu memeratakan pendidikan dan menghapus stigma sekolah favorit.

Namun, lanjut Ledia, masih banyak kelemahan dalam sistem tersebut sehingga banyak pihak yang menyalahgunakan.

"Banyak orang mengejar melalui jalur SKTM untuk masuk sekolah favorit seperti yang terjadi di Jawa Tengah," kata Ledia.

Menurut Ledia, masyarakat dan pihak sekolah masih jarang melirik jalur prestasi. Padahal setiap anak punya kelebihan tersendiri di bidang olahraga, kesenian, agama, atau lainnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti penerimaan siswa disabilitas yang masih minim mengingat tidak semua sekolah menyediakan sistem inklusi.

"Pemerintah pusat dan daerah bekerja sama demi membangun standar PPDB yang sama di seluruh Indonesia," pungkas Ledia.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar