Yamaha Mio S

Konsorsium Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ajukan Revisi Penlok

  Kamis, 12 Juli 2018   Dadi Haryadi
Ilustrasi. (Antara)

JALAN DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM--Konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mengajukan permintaan perubahan penetapan lokasi (penlok) kereta cepat Jakarta-Bandung pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Direktur Utama PT PSBI, Natal Argawan Pardede terkait permohonan revisi guna mempercepat proses pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. 

"Ada permohonan revisi penlok, ini terkait sisa 1000 bidang tanah yang belum dibebaskan,” ujarnya di Gedung Sate, Kamis (12/7/2018).
 
Dia menjelaskan, pihak PSBI melaporkan dari sekitar 5.000 bidang tanah yang berada di wilayah Jabar, sebanyak 2.500 lebih bidang tanah sudah dibebaskan. Sedangkan sekitar 1.200 lahan saat ini tengah dilakukan konsinyasi. “Yang perlu mendapat dukungan Pemprov dan BPN adalah untuk sekitar 1.000 bidang tanah, namun sudah ada kesepahaman untuk mempercepat pembebasan,” tuturnya.
 
Menurutnya, revisi penlok diajukan karena pihak PSBI sudah menghitung soal panjang lahan yang dilalui dan beberapa detail teknis yang harus berubah seperti jumlah lahan yang bertambah. Meski revisi, dipastikan tidak ada perubahan rute dan alur kereta cepat. 

“Kami ingin proyek sesuai ketentuan yang berlaku, jadi penlok ini perlu diperbaharui sesuai ketentuan,” katanya.
 
Selain itu, pihak PSBI juga memastikan perubahan ini tidak menganggu proses pembangunan proyek yang saat ini tengah berlangsung karena jumlah lahan yang kemungkinan didata tidak begitu banyak.

Dia memastikan pihaknya langsung menindaklanjuti permohonan tersebut dengan menugaskan Bagian Pertanahan Pemprov untuk melakukan pendataan di lapangan. 
 
Iwa berharap bisa menuntaskan hal ini dalam waktu satu pekan ke depan. Gerak cepat ini harus dilakukan agar target pembebasan 1.000 bidang lahan bisa terkejar. 

“Targetnya akhir Juli atau awal Agustus, pembebasan bisa selesai,” pungkasnya.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar