Yamaha Mio S

Sanggahan Tim PPDB Kota Bandung Soal Kesalahan Titik Koordinat

  Kamis, 12 Juli 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ilustrasi -- Aksi unjuk rasa warga memprotes pelaksanaan PPDB Kota Bandung 2018. (Irfan Alfaritsi/ayobandung)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM—Pemberlakuan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung 2018 sempat meresahkan orang tua siswa. Bagaimana tidak? Banyak orang tua ikut frustasi lantaran tak menemukan nama sang buah hati tercantum dalam daftar kelulusan PPDB.

Belakangan, banyak orang tua yang mengeluhkan jarak antara rumah dan sekolah yang tercantum di lembaran tanda terima dirasa tak sesuai karena dianggap terlalu jauh. Banyak juga dari mereka yang mengeluh karena jarak yang tercantum justru lebih jauh dari yang seharusnya. Ini masalah titik koordinat yang masih dipertanyakan.

Menanggapi persoalan itu, Tim PPDB Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto, berkilah bahwa pihaknya telah mencantumkan pengumuman soal kesalahan titik koordinat di situs resmi PPDB. Dia menyebut bahwa setiap calon peserta didik dan orang tua yang mendaftar sudah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan selama masa pendaftaran belum berakhir.

"Penentuan zonasi ini dilakukan melalui titik koordinat GPS. Nah, yang sering salah itu kadang orang tua saat menentukan titik koordinatnya, padahal di website PPDB sudah jelas tertulis perihal kesalahan titik koordinat itu berlaku pada saat pendaftaran. Selain itu, berdasarkan SOP-nya, ketika menentukan titik koordinat atau zonasi, sekolah juga harus memuat penjelasan penentuan titik koordinat itu," ujar Edy, Kamis (12/7/2018).

Edy menyebut, jika para calon peserta didik tidak melaporkan kesalahan koordinat tersebut hingga habis masa pendaftaran, maka data tersebut akan disimpan dan tidak bisa disunting kembali.

Saat pendaftaran, panitia verifikasi memberikan kertas lembaran tanda terima berkas kepada para calon peserta didik. Lembaran tanda terima itu, kata Edy, bertujuan agar pendaftar dapat melihat apakah data yang tercantum telah sesuai atau belum.

"Kami saat meng-kroscek bertanya pada orang tua apa sudah betul titik koordinatnya. Jika sudah betul, baru diklik, dan sesudah itu tanda tangan surat pernyataan," kata Edy.

Kendati demikian, jika ditemukan adanya kesengajaan dari pihak sekolah untuk melencengkan titik koordinat, Tim PPDB Kota Bandung 2018 tak segan untuk memprosesnya secara hukum. Tim PPDB Kota Bandung 2018 sendiri bakal melakukan analisis kesalahan, baik yang diakibatkan oleh faktor human error, verifikator, atau pihak sekolah.

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar