Yamaha Lexi

Disdik Jabar Dorong Swasta Dirikan Sekolah Berkualitas

  Rabu, 11 Juli 2018   Andri Ridwan Fauzi
Kadisdik Jawa Barat, Dr. Ir. Ahmad Hadadi (kanan) meresmikan penggunaan Gedung Baru Yayasan Pendidikan Persatuan Guru Islam Indonesia (YP PGII) 1 Bandung, Jln. Panatayuda, Rabu (11/7/2018).

JLN. PANATAYUDA, AYOBANDUNG.COM--Jawa Barat masih kekurangan daya tampung bagi siswa yang akan melanjutkan ke SMA/SMK sederajat. Kondisi ini disebabkan keterbatasan infrastruktur yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. 

"Di setiap tahun ajaran baru SMA/SMK sederajat, sekitar 800 ribu siswa yang akan melanjutkan dari SMP atau sederajat. Tapi ketersediaan daya tampung yang dimiliki masih kurang," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dr. Ir. Ahmad Hadadi dalam acara peresmian Gedung Baru Yayasan Pendidikan Persatuan Guru Islam Indonesia (YP PGII) 1 Bandung, Jln. Panatayuda, Rabu (11/7/2018).

Dijelaskannya, dari 800 ribu lulusan SMP yang akan melanjutkan ke SMA/SMK sederajat, daya tampung sekolah negeri mencapai sekitar 200 ribu orang. Sedangkan daya tampung yang dimiliki sekolah swasta mencapai sekitar 500 ribu.

"Jadi dengan kondisi ini, maka terdapat sekitar 100 ribu lulusan SMP di Jawa Barat yang tidak bisa melanjutkan studi," ungkapnya.

Karena itu, pihaknya mendorong pihak swasta untuk mendirikan lembaga pendidikan yang berkualitas dan ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai serta sesuai dengan 8 standar pendidikan nasional. 

AYO BACA : PPDB Kembali Kisruh, Orang Tua Siswa Geruduk Kantor Disdik Jabar

"Dan kami bangga, Yayasan Pendidikan PGII sudah mampu mendirikan lenbaga pendidikan yang sesuai dengan standar pendidikan nasional tersebut. Kami tentunya sangat mengapresiasi Yayasan Pendidikan PGII, terutama setelah memiliki gedung baru," katanya.

Ditemui terpisah, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Persatuan Guru Islam Indonesia (YP PGII), Prof. Dr. Djam'an Satori, MA menyatakan, pembangunan gedung baru tersebut merupakan upaya untuk membentuk lembaga pendidikan yang bermartabat. Karena sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan pendidikan.

"Falsafah kita adalah ingin membangun lembaga pendidikan Islam yang bermartabat. Terdapat empat falsafah yakni cashing atau sarana prasarana, branding, lingkungan yang nyaman, dan quality. Dengan keberadaan gedung baru ini, maka keempat falsafah dan termasuk standar pendidikan nasional sudah terpenuhi," tegasnya.

Pihaknya berharap keberadaan gedung baru tersebut semakin membuat siswa menjadi nyaman saat menjalani kegiatan belajar mengajar. Karena siswa sekarang bisa belajar di dalam kelas yang sesuai dengan standar.

"Kalau tahun lalu masih ada kelas darurat, saat ini semua kelas sudah sesuai standar," tandasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar