Yamaha Mio S

TMMD Dibuka, Ini Sejumlah Capaian yang Telah Dilakukan

  Rabu, 11 Juli 2018   Adi Ginanjar Maulana
Bunyi Gong yang ditabuh oleh Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko di Lapangan Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum merupakan simbol dibukanya TMMD Reguler ke-102 Kodim 0704 Banjarnegara secara resmi, Selasa (10/7/2018).

BANJARNEGARA, AYOBANDUNG.COM—Bunyi Gong yang ditabuh oleh Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko di Lapangan Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum merupakan simbol dibukanya TMMD Reguler ke-102 Kodim 0704 Banjarnegara secara resmi, Selasa (10/7/2018).

Sebanyak 150 orang pasukan tetap yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler resmi berkarya di desa sasaran selama 30 hari ke depan.

Heru mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah membantu pemerintah dalam mengakselerasi pemerataan pembangunan di desa tertinggal melalui TMMD.

Kegiatan tersebut terbukti ampuh meningkatkan kesejahteraan rakyat sasaran dengan anggaran terbatas yang ditetapkan.

“Program TMMD tersebut terbukti mampu membantu mewadahi, memberi ruang, serta mewujudkan aspirasi dari para seniman lokal,” ujarnya.

Dengan upaya ini menghindarkan kesenian bangsa tersebut diklaim oleh bangsa lain.

Asrendam IV Diponegoro, Kolonel Arm Putranto Gatot Sri Handoyo ikut menyerahkan bantuan bagi masyarakat setempat.

“Ini merupakan bentuk kepedulian TNI untuk membantu masyarakat akan kebutuhan sanitasi. Diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan indah guna meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Dandim Banjarnegara, Letkol Inf Bagas Gunanto mengatakan, pembuatan jamban secara gratis melalui TMMD diperuntukkan bagi masyarakat yang tergolong miskin maupun kurang mampu sesuai pendataan dari babinsa dan perangkat desa. “ini sebagai wujud kepedulian Kodim kepada warga Desa Pasegeran yang masih belum memiliki jamban,” ungkapnya.

Dengan jamban ini diharapkan masyarakat Pasegeran tidak lagi menggunakan sungai dan kebun sebagai jamban.

“Semoga masyarakat bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta dapat menjadikan contoh bagi masyarakat desa lainnya,” katanya.

Selain itu, pemandangan jalan batu yang tak beraturan ditambah genangan air dan beceknya jalan yang berlumpur, kini berangsur-angsur berubah menjadi jalan tol yang halus untuk dilalui.

Tol ini hanya kiasan untuk menggambarkan perbedaan signifikan antara jalan lama dengan jalan baru yang saat ini masih dikerjakan oleh TNI dan warga setempat.

Kini jalan pertanian warga yang sebelumnya hanya jalan setapak di beberapa bagian, kini mulai gampang dilalui beroda empat. Betonisasi jalan sepanjang 1.170 meter dengan lebar 3 meter sudah dimulai dalam tahab pra TMMD Reguler beberapa waktu yang lalu, sejak 28 Juni 2018.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar