Yamaha Mio S

Uniknya Wadah dari Akar Bambu

  Selasa, 10 Juli 2018   Fathia Uqim
Wadah dari akar bambu karya Sulistiyono di Kebon Awi Kafe, Bandung. (Fathia Uqim/ayobandung)

DAGO, AYOBANDUNG.COM—Siapa yang peduli dengan akar bambu yang tak berlubang, padat, dan penuh cabang? Namun, di tangan Sulistiyono (45), seniman asal Jember, akar bambu bisa menjadi barang berguna, bernilai, dan berestetika.

Baru tiga tahun yang lalu Yono mulai bereksperimen dengan karya akar bambu ini. Berbekal kemampuan yang dimilikinya, dia menyulap akar bambu menjadi sebuah wadah. "Bebas buat apa saja, bisa jadi wadah atau mug," katanya kepada ayobandung.com, Selasa (10/7/2018). 

Akar bambu ini punya tekstur yang unik. Tak polos seperti bambu biasa, akar bambu punya kulit dengan pola lingkaran yang teratur. Pola itu datang dari cabang akar yang merambat. Yono bertugas untuk memotong seluruh cabang yang membikin lingkaran itu semakin terlihat ciamik.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia ini tak menjadikan karyanya cuma buat bisnis. Kecintaannya pada seni membuat dia selalu berpikir bagaimana suatu hal yang tak bermanfaat dapat menjadi sebuah mahakarya. Tak cuma akarnya, bambu gombong yang biasa tergeletak di mana saja bisa menjadi gelas, sendok, garpu, bahkan centong nasi di tangan Yono.

"Awalnya ingin menjadikan bambu  bisa bermanfaat dan bernilai. Tidak rutin membuatnya, sesuai pesanan saja," kata Yono. Dia kerap kali mendapatkan pesanan dari sejumlah kafe, ibu rumah tangga, dan wisatawan yang kebetulan berpelesir ke Taman Hutan Raya Juanda dan Kebon Awi Kafe, tempat deretan karyanya dipamerkan dan dijual. "Kisaran harganya dari Rp25.000 sampai Rp100.000. Untuk akar bambu harganya Rp100.000 karena pembuatannya lebih rumit," ujarnya.

Nah, buat kamu yang penasaran dengan karya Yono, kamu bisa berkunjung ke Kebon Awi Kafe atau THR Juanda pada setiap akhir pekan.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar