Yamaha Aerox

KPU Jabar Masih Menunggu Laporan Sengketa

  Selasa, 10 Juli 2018   Dadi Haryadi
Ilustrasi Pilkada 2018. (Satrio Iman/ayobandung)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah melaksanakan rekapitulasi, penetapan, dan pemungutan suara Pemilihan Gubernur Jabar 2018. Kini, pihak penyelenggara masih menunggu adanya laporan sengketa maupun gugatan.

"Kami masih menunggu adanya gugatan terhitung tiga hari sejak penetapan perolehan suara," ujar Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq saat dihubungi, Selasa (10/7/2018).

Secara resmi, KPU Jabar telah menetapkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) sebagai pasangan dengan perolehan suara terbanyak pada Minggu (8/7/2018). Keduanya memperoleh raihan suara terbanyak sebesar 7.226.254 suara atau 32,88%.

Paslon Rindu diikuti pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) sebesar 6.317.465 suara atau 28,74%, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar 5.663.198 suara atau 25,77%, dan pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) sebesar 2.773.078 suara.

Adapun peluang adanya gugatan sudah tidak ada celah mengingat selisih antara pemenang pertama dan kedua terpaut sekitar 4,1%. Sementara Pasal 158 dalam Undang-Undang Pemilu menyebutkan maksimal selisih suara 0,5%.

"Jika tidak ada gugatan maka kami akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan calon terpilih," kaya Endun.

Lebih lanjut, Endun menjelaskan, pelantikan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih akan berlangsung pada 17 September 2018 mendatang di Istana Negara. Para kandidat akan dilantik langsung oleh Presiden.

Sedangkan pelantikan pasangan calon Wali Kota maupun Bupati terpilih akan dilakukan oleh Gubernur atas nama Menteri Dalam Negeri.

"Untuk pelantikan sudah masuk wilayah Pemprov," pungkas Endun.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan, mengaku akan melakukan persiapan jika pelantikan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih dilakukan di Kota Bandung. "Apapun itu akan kami siapkan," katanya.

Iriawan mengaku bangga karena partisipasi pemilih di Jabar melonjak dari 63% di tahun 2013 menjadi 72% pada Pilgub tahun ini. Hal tersebut merupakan salah satu indikator sebuah keberhasilan pemilu.

"Sangat luar biasa lonjakannya. Parameter keberhasilnya yakni tersalurkannya hak politik dari perorangan," pungkas Iriawan.

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar