Yamaha NMax

Suhu Udara Bandung Lebih Dingin, Ini Dampaknya pada Kesehatan

  Sabtu, 07 Juli 2018   Fathia Uqim
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Belakangan, suhu udara Kota Bandung dan sekitarnya lebih dingin dari biasanya. Banyak wargi Bandung yang mengeluhkan cuaca yang tidak biasa ini. Selain membikin badan menggigil seharian, cuaca dingin ini juga membuat tubuh manusia rentan terserang penyakit.

Dampak cuaca dingin ini paling kentara terasa pada orang dengan riwayat alergi dingin. Cuaca ini mudah memicu timbulnya alergi seperti bersin-bersin, pilek, atau bentol-bentol yang disertai gatal. Tak hanya itu, risiko batuk dan kambuhnya asma juga bakal meningkat.

“Dianjukan untuk memakai pakaian tebal dan kaus kaki, minum air hangat, menghirup uap dari air hangat yang diberi kayu putih,” ujar dr. Apriani Muliawati kepada ayobandung, Jumat (6/7/2018).

Namun, batuk dan kawan-kawan hanyalah dampak kecil dari rendahnya suhu udara. Sebagai dampak terburuk, kita harus waspada terhadap risiko hipotermia yang bila dibiarkan bisa berujung pada keadaan frostbite. Frosbite adalah tangan dan kaki terasa beku akibat suhu udara yang sangat dingin,” kata Apriani.

Selain itu, dehidrasi juga bisa menjadi salah satu dampak dari rendahnya suhu udara. Udara yang dingin membuat seseorang malas untuk minum. Padahal, udara yang dingin membuat tubuh banyak kehilangan cairan, hingga tanpa disadari seseorang akan mengalami dehidrasi.

AYO BACA : Cuaca Dingin Landa Bandung dan Jabar, Begini Penjelasan BMKG

“Diwajibkan untuk banyak minum meski tidak terasa haus. Bibir kering, kulit kering, atau air seni berwarna kuning pekat menunjukkan kita sudah terkena dehidrasinya. Jangan lupa untuk pakai pelembab badan supaya tetap terjaga kulitnya,” ujar Apriani.

Apriani juga menyoroti dampak udara dingin pada orang-orang dengan pembuluh darah di bagian hidung yang rentan, terutama pada anak-anak. Biasanya hal itu dipengaruhi oleh cuaca, baik itu cuaca dingin atau sebaliknya.

Pada anak yang memiliki riwayat alergi dingin, cuaca seperti ini akan merangsang hidung terasa gatal hingga membuatnya kerap menggesek hidungnya. “Gesekan yang terlalu sering itu memicu pembuluh darah pecah, hingga darah akan keluar dari hidung,” kata Apriani.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas 1 Bandung menyebut bahwa suhu udara di Kota Bandung dan wilayah Jawa Barat lainnya relatif lebih dingin dalam beberapa hari ke belakang. Ini disebabkan oleh datangnya musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Kelas 1 Bandung, Jadi Hendarmin, menyebut bahwa fenomena ini lumrah terjadi saat musim kemarau. Pasalnya, karakteristik suhu udara di periode musim kemarau (Juni-September) relatif lebih rendah bila dibandingkan suhu udara di periode musim hujan. Berdasarkan pemantauan BMKG, tercatat suhu minimum mencapai 16,4 derajat Celcius selama bulan Juli ini.

AYO BACA : BMKG: Akibat Suhu Dingin, Embun di Pangalengan dan Kertasari Bisa Membeku

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar