Yamaha Lexi

Kenangan Suryamin "Si Manuk" di Mata Legenda Persib

  Sabtu, 07 Juli 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Ucapan belasungkawa atas kepergian Suryamin dari PSSI. (Anggun Nindita/ayobandung)

MALEBER, AYOBANDUNG.COM--Kepergian legenda Persib era 1980-an, Suryamin, untuk selama-lamanya pada Jumat (6/7/2018) menyisakan duka mendalam bagi deretan mantan punggawa Maung Bandung.

Dadang Hidayat, misalnya, pemain Persib yang tersohor pada era 1990an. Awalnya, dia tak percaya dengan kabar meninggalnya Suryamin. Apalagi beberapa bulan lalu, dia masih sempat bersepeda bersama Suryamin dan beberapa mantan pemain Persib lainnya.

"Itu kira-kira tiga bulan yang lalu. Sebelumnya saya juga sempat diundang ke villanya dia di Banjaran. Beliau menceritakan rencana masa depannya untuk membangun villanya itu," kata Dadang saat ditemui di rumah duka di Gang Saluyu, Jalan Maleber, Bandung, Jumat (6/7/2018).

Mantan pemain Persib lainnya, Yusuf Bachtiar, juga punya kenangan dengan mendiang Suryamin. Kedua pernah sama-sama menimba ilmu sepak bola di Ragunan, Jakarta, pada tahun 1979 silam.

Bagi Yusuf, Suryamin adalah seorang pemain dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi. “Almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas, cocok jadi pemimpin. Karakternya keras. Dulu posisinya bek sayap,” kenang Yusuf.

Dengan sikap ngotot-nya itu, tak heran kalau rekan-rekan satu tim sering menjuluki Suryamin dengan sebutan “si manuk”, yang mampu mematuk pemain lawan hingga tak berdaya. “Kami yang junior selalu nurut sama beliau,” jelasnya.

Berbeda dengan Dadang dan Yusuf, mantan pemain Persib lainnya, Ganjar Nugraha, justruk telah mengenal sosok Suryamin sejak masih duduk di bangku SMA. Keduanya berteman hingga akhirnya bersama-sama berkostum Maung Bandung pada tahun 1986 silam. Di matanya, Suryamin adalah pribadi yang sabar dan saleh.

Ganjar terakhir kali bertemu Suryamin saat keduanya menjenguk mantan pemain Persib, Asep Sumantri, yang tengah menderita penyakit ginjal.

“Saya masih kaget. Memang biasanya beliau suka ada di grup WA (WhatsApp), tapi beberapa hari ini menghilang,” kata Ganjar.

Suryamin mengembuskan napas terakhirnya di villa miliknya di Banjaran, Kabupaten Bandung, jelang waktu salat Jumat. Dia meninggal di usia 56 tahun dan meninggalkan dua orang anak dan seorang istri, Heli Nurhayati.

Salah seorang kerabat menyebutkan bahwa saat itu Suryamin tengah mempersiapkan halalbihalal bersama rekan-rekannya sesama pensiunan PLN yang rencananya bakal digelar Sabtu (7/7/2018) ini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar