Yamaha NMax

Sederet Rencana Presiden Pertama Negara Luar Angkasa Asgardia

  Kamis, 05 Juli 2018   Ananda Muhammad Firdaus
Kepala Negara Asgardia, Igor Ashurbeyli. (Reuters)

RAWALUMBU, AYOBEKASI.NET—Asgardia, negara luar angkasa pertama, kini resmi memiliki kepala negara. Dia ada Igor Ashurbeyli, seorang pengusaha Rusia. Dia dilantik dalam sebuah upacara mewah di Hofburg Palace, Wina, bekas kediaman Kaisar Habsburg, Austria, pekan lalu.

Melansir Slate, Igor membeberkan soal mengapa umat manusia mesti tinggal dalam sebuah negara yang dibangun di luar angkasa.

"Selama ribuan tahun, umat manusia belum mampu mengelola masalahnya sendiri di Bumi. Negara dibagi oleh perbatasan dan pertempuran di antara mereka sendiri. Jadi waktunya telah tiba untuk memecahkan masalah dari luar angkasa," kata Igor. 

Konsep Asgardia sendiri sama seperti negara-negara lainnya di muka bumi. Namun, Asgardia dapat menampung kapasitas penghuni tanpa batas karena dibangun di tengah ruang antariksa yang tak berbatas, hingga diharapkan dapat terhindar dari konflik.

"Ruang tidak terbatas. Oleh karena itu, peluang untuk pertumbuhan dan penelitian juga tidak terbatas. Itu menuntut seluruh umat manusia untuk bersatu. Oleh karena itu, semboyan nasional kita adalah 'Satu Kemanusiaan, Satu Kesatuan'. Kesatuan semacam ini tidak mungkin terjadi di Bumi, karena di Bumi umat manusia dipisahkan oleh perbatasan buatan—oleh batas-batas politik, oleh batas-batas agama. Di Asgardia, semua manusia bersatu," ujar Igor. 

Saat ini, Igor masih berjuang untuk menampung populasi manusia hingga 150 juta orang. Untuk melanggengkan rencananya itu, Igor bakal membentuk unit pemerintahan Asgardia.

"Pada akhir tahun ini, pemerintah akan dibentuk dan parlemen akan dibentuk, dan mereka akan menentukan kebijakan keuangan Asgardia. Anggaran tersebut akan disetujui oleh parlemen pada bulan September untuk tahun berikutnya," kata Igor. 

Igor juga telah menjalin hubungan dengan perwakilan pemerintah sejumlah negara. Dalam relasi itu, Igor menyampaikan soal pembentukan Asgardia.

"Kami memiliki sekitar 16 koneksi informal yang sekarang akan ditindaklanjuti secara resmi. Kami berharap memiliki perjanjian formal dalam jangka waktu enam bulan. Para duta dari 20 negara hadir di pelantikan. Proses formal akan dimulai setelah kementerian luar negeri terbentuk," lanjut Igor.

Untuk mempercepat pengakuan dunia, Asgardia akan didaftarkan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Tahap pertama sebelum mendaftar ke PBB adalah perjanjian bilateral dengan negara lain,” kata Igor.

Sejak pertama kali Asgardia diumumkan pada 2016 lalu, lebih dari 200.000 orang telah mendaftar untuk menjadi warga negara tersebut. Tahun lalu, Igor meluncurkan satelit pertamanya yang menyimpan data tentang konstitusi dan warga negara ke orbit.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar