Yamaha Mio S

Tipuan Sehatnya Susu Kental Manis

  Kamis, 05 Juli 2018   Fathia Uqim
Ilustrasi susu kental manis. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Sejumlah ibu rumah tangga mengaku telah lama mengonsumsi susu kental manis. Mereka merasa heran mengapa informasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal susu kental manis yang tak mengandung susu dan lebih banyak mengandung gula baru muncul belakangan.

Kok, enggak ngasih tahu dari lama, gitu?”  ujar Riyani (40) kepada ayobandung.com, Kamis (5/7/2018). Sejak lama Riani lebih suka membeli susu kental manis daripada susu bubuk yang harganya jauh lebih mahal.

Awalnya, Riani berpikir tak ada perbedaan signifikan antara susu kental manis dan susu bubuk yang harganya jauh lebih mahal. “Anak saya suka susu, jati tekor kalau beli susu bubuk. Lebih baik susu kental manis,” katanya.

Namun, sejak adanya pengumuman BPOM, Riani jadi ragu untuk terus mengonsumsi susu kental manis. “Pas ada pengumuman gini, jadi takut, kan,” akunya.

Senada, Khansa Rihana (27) juga mengaku kerap mengonsumsi susu kental manis sehari-harinya. Sudah bertahun-tahun dia berlangganan aneka susu kental manis, dari harga yang paling murah hingga paling mahal.

“Selain buat minum susu, biasanya buat campuran lain,” kata Khansa.

Namun, belakangan BPOM melalui Direktorat Standarisasi Pangan Olahan melakukan sosialisasi terkait susu kental manis kepada masyarakat. Sosialisasi itu bertajuk “Bijak Mengonsumsi Susu Kental Manis (SKM) dan Produk Sejenis” yang dimulai pada awal Juni lalu.

Menyitat laman resmi BPOM, Deputi Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Suratmono mengatakan, sosialisasi SKM ini menjadi penting lantaran banyaknya persepsi keliru di masyarakat soal susu jenis ini. “SKM tidak dilarang, tapi kita harus bijak dalam mengonsumsinya,” katanya.

Dalam sosialisasi ini, dijelaskan tentang gizi seimbang, jenis produk susu serta perbandingannya, dan pengetahuan tentang pelabelan dan iklan SKM yang benar. Salah satu informasi menarik dalam sosialisasi ini yaitu SKM merupakan jenis susu yang berbeda dengan susu segar karena SKM tidak diperuntukkan dalam bentuk minuman, melainkan sebagai pelengkap sajian.

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Doddy Izwardi, menegaskan bahwa produk susu kental manis bukanlah produk susu yang bisa menambah asupan gizi.

“Kental manis tidak diperuntukkan untuk balita. Selama ini perkembangan di masyarakat bahwa susu kental manis untuk pertumbuhan, padahal kadar gulanya sangat tinggi dan tidak diperuntukkan untuk itu,” kata Doddy seperti disebutkan dalam Antara, Rabu (4/7/2018).

Badan POM RI telah mengeluarkan surat edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 yang memperketat aturan tentang label dan iklan susu kental manis dan analognya pada Mei lalu.

Ada empat hal utama yang harus diperhatikan oleh produsen, importir, dan distributor dari produk kental manis itu. Disebutkan, produk kental manis dilarang menampilkan anak-anak berusia kurang dari lima tahun dalam bentuk iklan televisi, maupun iklan lainnya. 

Kedua, produk kental manis juga dilarang memvisualisasikan produknya dengan produk susu lain yang setara sebagai pelengkap gizi. Ketiga, produk susu itu antara lain susu sapi, susu yang dipasteurisasi, susu yang disterilisasi, susu formula, serta susu pertumbuhan.

Terakhir, iklan susu kental manis ini dilarang ditayangkan pada jam tayang yang biasa dikonsumsi anak-anak atau disandingkan dengan tayangan anak-anak. 

Tercantum bahwa produsen, importir, hingga distributor produk susu kental manis itu harus menyesuaikan larangan BPOM paling lambat hingga enam bulan sejak surat tersebut ditetapkan. “Bulan Oktober itu tenggat waktunya kalau disesuaikan dengan surat dikeluarkan," katanya.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar