Yamaha NMax

Dikritik Karena Peran Transgender, Scarlett Johansson Angkat Bicara

  Rabu, 04 Juli 2018   Asri Wuni Wulandari
Scarlett Johansson. (Reuters)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Aktris Scarlett Johansson tengah didera kontroversi. Dalam film anyarnya, Rub & Tug, dia bakal berperan sebagai seorang transgender.

Film ini diadaptasi dari kisah nyata Jean Marie Gill atau Dante “Tex” Gill yang diduga seorang transgender pada dekade 1970-1980-an. Dalam film ini, Johansson kembali bekerja sama dengan sutradara Ghost in the Shell, Rupert Sanders.

Saat kabar soal peran anyar Johansson itu tersebar, publik beramai-ramai memberikan komentarnya dan mengkritik Johansson. Rata-rata dari mereka tak suka jika Johansson harus bermain sebagai seorang transgender.

AYO BACA : LUCINTA LUNA?? Deretan Top Transgender Terkenal di Dunia

Lantas, hari ini, Rabu (4/7/2018) waktu Indonesia, melalui manajemennya, Johansson memberikan tanggapan atas kritikan-kritikan yang dilontarkan kepadanya. “Beri tahu mereka bahwa mereka bisa meminta komentar dari Jeffrey Tambor, Jared Leto, dan Felicity Huffman,” ujar Johansson kepada Bustle.

Tanggapan Johansson itu merujuk pada aktor-aktor cisgender lainnya (orang yang memiliki persepsi gender sesuai jenis kelaminnya) yang pernah sukses berperan sebagai transgender dalam sejumlah film.

Huffman menjadi nomine Piala Oscar karena memainkan peran wanita transgender di Transamerica pada tahun 2005. Leto memenangkan aktor pendukung Piala Oscar karena berperan sebagai wanita transgender di Dallas Buyers Club. Tambor dianugerahi dua penghargaan karena berperan sebagai wanita transgender dalam seri Transparent.

Rub & Tug disutradari oleh Rupert Sanders. Narasi film ini berpusat pada kehidupan Gill yang dilahirkan sebagai seorang perempuan, tapi tampak begitu maskulin. Selama hidup, Gill membangun panti pijat dan lahan prostitusi di Pittsburg pada era 1970-1980-an.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar