Yamaha NMax

Diblokir, Apa Kabar Seleb Tik Tok?

  Rabu, 04 Juli 2018   Fathia Uqim
Ilustrasi influencer. (Pixabay/Public Domain Archive)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Baru saja jagat maya dikagetkan dengan pemblokiran aplikasi Tik Tok yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pemblokiran dilakukan setelah munculnya lebih dari 2.000 pengaduan atas penggunaan aplikasi yang tengah naik daun itu.

Kejadian ini tentu mendapat banyak komentar warganet. Ada yang berbahagia, ada yang bersedih, ada pula yang marah. Mereka yang menyayangkan pemblokiran itu rata-rata menilai bahwa ulah si penggunalah yang membikin Tik Tok terpaksa kudu diblokir.

Irvan Kusuma Fardiyanto (20), salah seorang seleb Tik Tok, mengaku kaget setelah mendapat kabar pemblokiran Tik Tok. Dia baru saja mengetahui kabar diblokirnya Tiktok pada Selasa (3/7/2018) malam kemarin usai kuliah.

Meski mewajarkan, Irvan sedikitnya agak menyayangkan langkah Kominfo yang menutup aplikasi Tik Tok. Pasalnya, tak seluruh pengguna Tik Tok memberikan konten negatif. Salah satunya Irvan yang getol menghadirkan konten tarian dalam akun Tik Tok-nya.

“Sebenarnya Tik Tok itu enggak salah, tetapi penggunanya yang menyalahgunakan aplikasi tersebut sehingga mendatangkan sudut pandang bahwa Tik Tok itu enggak baik,” kata Irvan kepada ayobandung, Selasa (3/7/2018).

Irvan, dengan nama beken @kusumakf di Instagram, berharap agar aplikasi Tik Tok tidak terblokir, tapi konten negatif itulah yang seharusnya bisa terhapus secara otomatis.

Sebagai influencer  yang diangkat langsung oleh pihak Tik Tok pada Maret 2018 lalu, Irvan selalu memberikan konten positif dalam unggahannya. Dia membuat video dance melalui Tik Tok yang tak jarang mengundang banyak pujian. Sebelum diangkat menjadi influencer oleh Tik Tok, Irvan sudah memulai karier dance video-nya di aplikasi Musically.

“Setelah dikontak pihak Tik Tok untuk jadi influencer-nya, saya mulai bermain Tik Tok dan memberikan konten seperti dance, shuffle dance, yang jarang orang berikan,” ujar mahasiswa Institut Kesenian Jakarta itu.

Bagaimana tidak Tik Tok tak tertarik menggaet Irvan sebagai influencer resminya. Sederet karya yang dihadirkan Irvan memperlihatkan kreativitas anak muda yang dihadirkan dalam bentuk robotic dance, shuffle dance, dan street dance. Jelas berbeda jauh dengan pengguna Indonesia lainnya yang hanya memanfaatkan Tik Tok untuk kesenangan dan main-main semata, bahkan cenderung negatif.

“Tik Tok suka membuat kompetisi. Terakhir, Tik Tok bekerjasama dengan Mobile Legend seperti kompetisi games, lipsync, atau dance,” katanya.

Profesi Selebtok dan Pengaruh Penghasilan

AYO BACA : Wahai Pemain Tik Tok, Hati-hati Terkena Histrionic Personality Disorder

Diblokirnya aplikasi Tik Tok oleh Kemenkominfo jelas bakal berpengaruh bagi Irvan. Soalnya, setiap bulan Irvan mendapat “gaji” sebesar Rp5-8 juta oleh Tik Tok sebagai influencer resmi.

“Tapi saya sebagai kreator video tidak terpaku aplikasi  itu, karena masih ada aplikasi lain untuk berkarya seperti Musically, Vigo Video, dan Youtube,” ujar Irvan.

Irvan memulai perjalanannya sebagai selebgram bersama aplikasi Musically pada Juli 2017 lalu. Aplikasi serupa itu telah lebih dulu mengangkatnya sebagai influencer dari Tik Tok. Akibat ketenarannya di Musically, kini Irvan telah mengantungi 70.000 pengikut.

Pada dasarnya, Musically dan Tik Tok adalah aplikasi dengan fungsi yang sama. Yang menjadi sedikit pembeda adalah tampilan lamannya saja.

Musically mengangkat Irvan sebagai influencer pada November 2017. Sebagai influencer, Irvan dituntut aktif bermain di aplikasi dan rajin membagikan videonya di Instagram. Lambat laun, Musically makin menurun dan digantikan oleh Tik Tok.

“Saya dihubungi empat bulan kemudian oleh pihak Tik Tok buat meramaikan aplikasi ini. Jadi, pegawai Tik Tok dan Musically itu saling berkaitan. Pihak Tik Tok mencari pengguna Musically aktif untuk meramaikan Tik Tok,” jelas Irvan.

Selain menjadi influencer Musically dan Tik Tok, Irvan juga diangkat sebagai influencer Vigo Video, yang juga merupakan aplikasi serupa.

Banyaknya pengikut membuat penghasilan Irvan semakin ramai dari promosi berbayar dan endorse toko daring. Dia mematok harga Rp50.000 sampai Rp 200.000 untuk sekali promosi. “Pemasukkan tersebut digunakan untuk kebutuhan kuliah,” kata mahasiswa semester empat ini.

Di-bully Anak Tik Tok

Akibat Tik Tok dicap “alay”, bahkan “goblok”, tak sedikit penggunanya yang dicaci dan mendapat ujaran kebencian, baik di jagat maya atau dunia nyata.

Irvan misalnya, yang mendapat persekusi itu di lingkungan kampus dan media sosial. Mereka yang mengejeknya rata-rata merupakan para haters Tik Tok. “Karena haters Tik Tok menilai seluruh penggunanya itu negatif. Padahal, tidak semua pengguna buruk. Orang menilai keseluruhan tanpa melihat ada yang baik di dalamnya,” katanya.  

Namun, Irvan tak terlalu menanggapinya. Dia tetap berkarya dan membuktikan bahwa karyanya patut diacungi jempol. Buktinya, Irvan pernah memenangi kompetisi Tik Tok kategori dance dan menyabet juara 3 se-Indonesia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar