Yamaha Mio S

Pameran "Pintas" Soroti Praktik Seni Media di Indonesia

  Selasa, 03 Juli 2018   Fathia Uqim
Seorang pengunjung tengah melihat-lihat karya seni media yang dipamerkan dalam PINTAS di Taman Budaya Jawa Barat, Bandung, Selasa (3/7). (Fathia Uqim/ayobandung)

DAGO, AYOBANDUNG.COM--Dinas Pariwisata Kebudayaan Jawa Barat menggelar pameran seni media PINTAS, sebuah pameran yang menyoroti praktik seni media di Indonesia.

Pameran seni media ini merupakan salah satu agenda penguatan program Taman Budaya yang diinisiasi oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Didasari perkembangan teknologi informasi mutakhir, pameran ini diikuti 11 seniman atau praktisi seni media dari Bandung dan Jakarta dalam berbagai gagasan dan eksekusinya. Misalnya, video art, sound art, light art, video mapping, fotomedia, instalasi, dan lain-lain. 

Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jabar, Casmadi, menilai bahwa pameran ini adalah sebuah manifestasi kreativitas. Pameran ini menjadi motivasi dan stimulan untuk para seniman muda berekspresi.

"Hal ini perlu didorong supaya tidak ada stagnasi dari perkembangan seni. Sebagai lembaga formal, kami menjadi jalan dan wadah supaya tidak terjadi kemandegan," kata Casmadi di Taman Budaya Jabar, Bandung, Selasa (3/7/2018).

Casmadi menilai bahwa seni media memiliki  kreativitas dan idealisme tinggi. Ini menjadi konsep baru untuk dia, karena pada umumnya, seni media  belum tersosialisasi secara luas. "Bagaimana seniman muda memberi motivasi kepada yang lain, untuk menginformasikan kepada generasi lain bahwa seni media adalah hal baru," ujarnya. 

Seni itu perlu konsentrasi tinggi. Casmadi melanjutkan, seni harus betul dimiliki dan dijiwai masing-masing personal.  Seni akan berkembang dan mudah dipahami manakala dari pelaku budaya sendiri betul-betul menjiwai. "Diharapkan seni media di Bandung menjadi parameter dari semua hal," katanya.

Kurator Pintas, Rifqi Effendi, mengatakan bahwa pameran ini menjadi sebuah cara membuat perhelatan yang dapat memetakan eksplorasi.

"Seni media, kan, sangat luas disebabkan definisi media yang semakin luas. Setidaknya seniman yang dipilih ini berdasarkan kategori, supaya lebih mudah menyaring dengan suguhan beberapa fenomena yang menarik," kata Rifqi di waktu dan tempat yang sama. 

Seni media pada dasarnya adalah sebuah seni yang dituangkan dalam media komunikasi. Misalnya hal-hal yang ditemukan di media sosial, kehidupan berteknologi sehari-hari,  kemudian diejawantahkan lewat seni media.

Pada perkembangannya, seni media sudah ada sejak tahun 1980an yang disebut seni kontemporer. Misalnya, fotografi, videografi, hingga meluas jadi film.

 "Indonesia sendiri pada tahun 1993 cukup dikenal dengan seni instalasi. Kemudian hingga tahun 2000, muncul seni komunitas atau kolektif, karya seni yang dibuat bersama," jelas Rifqi.

Pintas berupaya memetakan eksplorasi seni media dari tahun 2000an sampai era sekarang. Diharapkan masyarakat dapat melihat karya baru, setidaknya menemukan jejak perkembangan media. 

Pameran ini berlangsung hingga 20 Juli 2018. Bertempat di Galeri Terbuka Taman Budaya Jawa Barat, pameran dibuka sejak pukul 09.00 sampai 21.00 WIB.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar