Yamaha Mio S

Pakai Rantis saat Lawan Persija, Gomez: Kami Bukan Gangster

  Senin, 02 Juli 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Pelatih Persib Mario Gomez saat memberikan keterangan kepada pewarta terkait laga melawan Persija yang memakai rantis di Arcamanik, Senin (2/7/2018).(Anggun/ayobandung.com)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM—Persib Bandung akhirnya menggunakan kendaraan rantis menuju stadion PTIK, jakarta. Hal ini sebagai bentuk pengamanan saat melawan Persija, Sabtu (30/6/2018).

Bukan kali ini saja tim Maung Bandung diangkut oleh rantis menjelang pertandingan. Saat laga tandang di Stadion Kanjuruhan melawan Arema, beberapa waktu lalu, Persib juga diketahui memakai kendaraan rantis.

Pelatih Persib, Mario Gomez, mempertanyakan soal penggunaan rantis ini kepada tim sepak bola yang ada di Indonesia. Lantaran Gomez baru mengalami naik kendaraan rantis saat dipercaya sebagai arsitek Persib.

"Di banyak tempat, tidak cuma di Jakarta, tapi juga mungkin di Bandung. Kenapa harus bawa pemain pakai rantis? Kami bukan gangster," ujar Gomez saat ditemui di SOR Arcamanik, Senin (2/7/2018).

Menurut Gomez, penggunaan rantis terus menerus bisa menyebabkan efek yang kurang baik bagi sebuah tim.

Pelatih berusia 61 tahun ini juga menyayangkan budaya persaingan yang terjadi antara suporter sepak bola di Indonesia. Hingga suatu tim tidak bisa bergerak bebas saat melakoni laga tandang dan harus mendapatkan pengamanan ekstra.

"Kenapa enggak bisa ubah hal ini? Ini tidak bagus buat pemain atau buat staf. Kami pakai itu sampai di tol kilometer ke-50. Mungkin juga ada seperti itu di tempat lain, tapi saya tanya kenapa? Saya tidak bisa mengerti hal ini, penting untuk perkembangan sepak bola di Indonesia," paparnya.

Kondisi ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi di tanah kelahirannya, Argentina.

Gomez menyatakan, meski persaingan sepak bola di Argentina juga cenderung panas, tapi pengamanan untuk tim yang akan bermain bisa berjalan dengan baik. Dengan begitu, suatu tim tidak perlu menggunakan rantis ke tempat pertandingan.

"Kalian tahu di Argentina juga bahaya. Kalian tahu fans kami, tapi mereka tidak seperti ini. Semua pemain aman. Hasil pertandingan  mau menang atau kalah juga tidak apa-apa. Mereka tidak pernah menyentuh pemain," katanya.

Secara pribadi, Gomez menyampaikan, dirinya ingin agar konflik yang seringkali terjadi antara suporter tim bisa semakin berkurang. Pasalnya hal tersebut bisa saja merugikan kedua belah tim. 

Mantan pelatih klub JDT ini juga mengaku ingin melihat sepak bola di Indonesia bisa semakin berkembang.

"Saya ingin sepak bola Indonesia berkembang. Saya ingin menghilangkan batu kecil di sini untuk mengembangkan sepak bola Indonesia," ucapnya.

Dia mengharapkan hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk PSSI membuat situasi persepakbolaan di Indonesia menjadi lebih kondusif.

"Bukan cuma sekarang, tapi semuanya harus berubah. Gimana caranya? Tidak tahu, bukan urusan saya. Jawabannya ada di Komdis. Problem bukan hanya di pemain di Persib, tapi semua pemain, semua tim, semua staf di tim," tuturnya.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar