Yamaha Mio S

Wahai Pemain Tik Tok, Hati-hati Terkena Histrionic Personality Disorder

  Senin, 02 Juli 2018   Fathia Uqimul Haq
Logo Tik Tok

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Nama Bowo Alpenliebe sedang mencuat ke jagat maya. Selain karena memiliki pengikut 285.000 di Instagramnya, dia sukses menggegerkan warganet untuk membayar Rp80.000-Rp100.000 demi ikut ke meet and greet di beberapa tempat.

Bowo adalah seorang seleb Tik Tok, seorang pelajar yang hidup di era milenial. Wajar ketampanannya diganderungi para pelajar dari SD sampai SMP yang konon mencintai Bowo sepenuh hati.

Psikolog, Anggi Anggraeni mengatakan, ada yang dinamakan histrionic personality disorder. Sebuah gangguan yang  ditandai dengan pola emosi yang berlebihan dalam mencari perhatian yang tidak tepat, serta  kebutuhan yang berlebihan akan penerimaan diri dari orang lain dan lingkungannya. Dengan begitu, yang bersangkutan cenderung akan melakukan apa pun untuk menjadi pusat perhatian.

“Nah, orang-orang yang rajin selfie, bisa melalui Tik Tok atau aplikasi lain, atau dikit-dikit numpahin emosinya di sosmed, update tiap saat mungkin termasuk dalam tipe kepribadian histrionik ini,” kata Anggi, kepada ayobandung.com, Senin (2/7/2018).

Media sosial, lanjut Anggi, bisa memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi penggunanya. Saat ini, medsos banyak digunakan oleh anak, remaja, orang dewasa, yang memang ingin memperlihatkan eksistensi mereka, seperti mengunggah stori di Instagram, Facebook, dan lain-lain. Mulai dari aktivitas mereka yang biasa saja dari makan, minum, atau bahkan aktivitas yang tidak lazim seperti kasus anggota keluarga yang meninggal, malah dijadikan video Tik Tok lalu diunggah ke medsos.

“Mungkin anak-anak seperti ini merupakan anak yang sangat menggemari adanya pengakuan dari lingkungan sosialnya mengenai eksistensi diri mereka,” ujarnya.

Tik Tok adalah aplikasi yang bisa membuat penggunanya berkreasi seperti dansa, gerak tubuh, dan bibir yang sesuai dengan lagu. Intinya, kata Anggi, seseorang bisa lebih mengeksplorasi ide dan pemikiran melalui aplikasi ini. Namun, Anggi menyayangkan, ada juga beberapa hal yang kurang tepat.

“Misalnya ada keluarga yang meninggal dia malah main tiktok, laki-laki yang berdandan layaknya seorang perempuan, kemudian baru-baru ini ada bidan yang menggunakan bayi untuk bermain Tik Tok,” katanya.

Hal-hal seperti ini yang harus diwaspadai sehingga diperlukan sikap yang bijak untuk menggunakan aplikasi Tik Tok.

Anggi mengkhawatirkan hal yang biasa saja, jelek, lucu, atau yang tidak mendidik sekali pun menjadi viral dan jadi tontonan publik. Jika sesuatu sudah masuk ranah publik, biasanya orang akan mengikuti terlepas dari itu hal yang baik atau buruk, benar, atau salah.

“Dampak secara psikologis, kita memiliki role model yang sudah enggak ideal lagi, ya. Yang harusnya role model ini menjadi tuntunan, malah menjadi tontonan yang kurang baik,” tegas Anggi.

Menurut Anggi, akhirnya warganet mendapat role model yang kurang ideal. Seperti yang dianggap lucu, menjadi viral, sampai dipuja-puja oleh anak seumurannya, sampai harus membayar berfoto bersama Bowo, padahal keahliannya tak terlalu membanggakan.

“Sehingga yang menggilai jadi enggak dapat role model ideal, yang digilai jadi merasa hebat, keren, karena banyak orang yang mengakui eksistensinya. Padahal dalam ranah publik kita harus bijak untuk berperilaku, khawatir si orang yang viral ini kurang bisa untuk bersikap bijak kepada orang lain,” jelasnya.

Anggi berpesan, seharusnya orang tua atau bahkan diri sendiri berperan untuk menyaring hal-hal apa saja yang perlu untuk ditiru dan tidak ditiru. Sebagai pengguna media sosial janganlah cepat terpengaruh oleh sesuatu yang sedang tren supaya dianggap keren. 

“Mungkin kalau orang tua bisa mengarahkan anaknya pada aktivitas lain seperti aktivitas yang melibatkan olah fisik seperti olahraga main basket, renang, nari, atau apapun. Kemudian batasi penggunaan atau pemasangan wifi di rumah. Karena wifi ini, kan kuotanya enggak terbatas seperti paket data handphone ya, jadi setiap anak, setiap anggota keluarga jadi bebas berinternet mengakses apa pun,” katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar