Yamaha Mio S

Hati-hati, Ini Risiko Mengonsumsi Terlalu Banyak Vitamin C

  Senin, 02 Juli 2018   Adi Ginanjar Maulana
Jeruk salah satu buah yang banyak mengandung vitamin C.(Pixabay)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Mengonsumsi vitamin C sangat baik bagi kesehatan tubuh.

Namun, tahukah Anda bahwa mengonsumsi vitamin C berlebihan bisa sangat fatal.

Berikut dampak negatif apabila berlebihan mengonsumsi vitamin C seperti dirilis Bolsky, Senin (2/7/2018):

1. Masalah Gastrointestinal

Terlalu banyak vitamin C dapat menyebabkan kram di perut, mual, dan diare. Ini terjadi ketika vitamin tidak diserap dengan baik oleh sistem gastrointestinal. Masalah ini terpecahkan ketika dosis dikurangi atau dihentikan sementara.

2. Batu Ginjal

Senyawa yang disebut oksalat diproduksi ketika vitamin C dimetabolisme. Oksalat ini diekskresikan dalam urin.

Namun, oksalat dalam jumlah tinggi dapat bergabung dengan kalsium dalam aliran darah yang menyebabkan batu ginjal.

Disarankan orang-orang yang memiliki riwayat masalah ginjal seperti batu ginjal harus tinggal jauh dari suplemen vitamin C dosis tinggi.

Penelitian telah menunjukkan orang yang mengonsumsi lebih dari 1.000 mg vitamin C setiap hari memiliki risiko lebih tinggi terhadap batu ginjal daripada mereka yang hanya mengonsumsi 90 mg per hari.

3. Kelebihan Zat Besi

Kelebihan zat besi bisa dipicu kelebihan vitamin C. Hal ini mencegah terjadinya anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi dalam darah.

Vitamin C mempromosikan penyerapan zat besi yang diperoleh dari makanan nabati dan juga ditemukan dalam daging. Orang yang menderita penyakit keturunan yang dikenal sebagai hemochromatosis dapat menghadapi kerusakan jaringan ketika konsumsi vitamin C dalam dosis besar memanjang dalam durasi yang lama.

4. Penyakit Kardiovaskular

Vitamin C menunjukkan sifat antioksidan. Inilah yang mencegah dan melindungi tubuh dari beberapa penyakit.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah suplemen vitamin C yang tinggi bisa menjadi penyebab penyakit kardiovaskular.

Kemungkinan ini lebih tinggi pada orang yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Penelitian menunjukkan konsumsi sekitar 300 mg suplemen vitamin C oleh wanita pascamenopause yang juga menderita diabetes akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Namun, data ini diketahui hanya berdasarkan beberapa penelitian dan tidak ditetapkan secara tegas.

5. Kemungkinan Kerusakan Genetik

Beberapa penelitian menunjukkan kecenderungan pro-oksidan vitamin C, terutama ketika dosisnya tinggi.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan subyek sehat, vitamin C diberikan setiap hari selama sekitar 6 minggu.

Pada dosis 500 mg per hari, kerusakan oksidatif telah teridentifikasi. Berdasarkan hal ini, para peneliti telah menyimpulkan bahwa vitamin C dapat merusak dan mengubah DNA yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker.

Namun, efek ini tidak diamati ketika subjek diberi dosis di bawah 500 mg. Juga, efek ini bisa jadi ketika vitamin C diambil melalui suplemen dan tidak melalui makanan alami.

6. Interferensi dengan Obat Penipisan Darah

Vitamin C telah ditemukan bereaksi negatif dengan obat-obatan tertentu. Telah diamati bahwa vitamin C dalam dosis tinggi dapat menyebabkan penyumbatan fungsi pengencer darah atau dari antikoagulan, yang pada akhirnya akan membutuhkan peningkatan dosis obat untuk menunjukkan efek.

Namun, hasil ini belum menemukan data konklusif. Namun demikian, para ahli masih memiliki pendapat bahwa orang-orang yang telah mengenakan pengencer darah seharusnya tidak mengambil lebih dari 1 gram vitamin C setiap hari.

Juga, asupan vitamin C dalam kasus-kasus seperti itu akan membutuhkan pemantauan secara teratur dari mekanisme pembekuan darah di dalam tubuh seseorang. Vitamin C telah ditemukan mengganggu hasil tes darah tertentu juga.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar