Yamaha Mio S

Cara Ajarkan Kepedulian Kepada Sang Buah Hati

  Jumat, 29 Juni 2018   Fathia Uqim
Ilustrasi anak. (Dok. ayobandung)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Empati adalah kemampuan yang dimiliki setiap orang tua, yang dapat diasah dan diajarkan kepada anak-anaknya. Sejatinya anak-anak sejak dini dipupuk dengan kebaikan dan kepedulian supaya saat dewasa nanti, mereka menjadi manusia yang baik dan bermanfaat.

Sikap orang tua akan dilihat dan tercermin dalam perilaku anak. Apa yang dilakukan orang tua, anak akan menirunya, apakah itu baik atau buruk. Maka dari itu, orang tua mesti bersikap positif. Melansir Huffington Post, ada beberapa cara mengajarkan anak supaya memiliki sikap peduli kepada sesama. Berikut caranya:

Bicara Soal Rasa

Mengajarkan anak memahami sebuah emosi dan perasaan dapat disentuh dengan pembicaraan dan cerita yang membuat dia merasa sedih atau bahagia. Misalnya, ajak anakmu ke sebuah taman. Lalu tanyakan pada anakmu, “Lihat raut wajah kakek tua berjaket kuning tersebut, apakah dia terlihat senang atau sedih?”. Selain itu, gunakan kalimat emosional ketika berbicara pada anak. Misalnya, “Ayah tahu kamu sedang marah, ayah ingin kamu bahagia dengan mainan baru yang dibelikan paman.”

Gunakan Media

Menonton TV atau membaca buku bersama adalah peluang yang bagus untuk menumbuhkan empati. Menurut Madeleine Sherak, mantan pendidik dan penulis Superheroes Club, orang tua perlu mendiskusikan contoh setiap sikap dan karakter. Mendiskusikan buku, film, dan acara TV bersama adalah cara yang bagus untuk menumbuhkan empati dengan mencontohkan karakter-karakter yang ada dalam layar.

Berikan Contoh

Orang tua perlu menjadi model sikap empati bagi anak. Sebab, anak-anak akan mengetahui lebih banyak hal daripada hanya apa yang kita katakan. Kita bisa saja mengatakan, “Perhatikan perasaan orang lain” tetapi jika anak tidak melihat atau menyaksikannya langsung, itu tak akan berhasil.

Orang tua penting menggunakan bahasa untuk menyampaikan keadaan emosional mereka sendiri dengan mengatakan hal-hal seperti, “Hari ini saya benar-benar frustasi” atau “Hari ini saya benar-benar kecewa”.

Buatlah Aktivitas Keluarga

Keluarga dapat menumbuhkan budaya yang baik dengan sejumlah rutinitas kecil, seperti makan malam bersama. Misalnya, membiarkan anggota keluarga, termasuk anak-anak, bercerita tentang apa saja yang mereka lakukan hari ini.

  Tag Terkait

   Berbagi Artikel

   Komentar

Komentar