Yamaha Lexi

Benarkah Alkohol Bisa Mengurangi Risiko Kematian Dini?

  Kamis, 28 Juni 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi alkohol. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Alkohol tak cuma untuk bersenang-senang. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di konferensi tahunan American Association for Advancement of Science menemukan bahwa kebiasaan mengonsumsi alkohol berdampak pada berkurangnya risiko kematian dini.

Melansir Time, mengonsumsi dua gelas anggur atau bir dalam sehari mampu menurunkan risiko kematian dini sebanyak 18%.

Penelitian ini merupakan proyek bernama 90+ Study, sebuah proyek penelitian dari University of California Irvine’s Institute for Memory Impairments and Neurological yang meneliti kebiasaan orang yang hidup setidaknya selama 90 tahun.

Meski penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tapi kesimpulan dalam studi ini memicu serentetan pujian. Namun, bisakah alkohol benar-benar membantumu hidup lebih lama?

Berikut beberapa hal yang disampaikan oleh peneliti tentang dampak alkohol pada kesehatan.

 

Alkohol dapat menurunkan risiko kematian dini

Sebelumnya, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015 terhadap penderita alzheimer ringan menemukan bahwa peminum sedang lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal selama masa tindak lanjut studi.

Sebuah studi pada tahun 2017 juga menemukan bahwa peminum ringan dan sedang memiliki risiko meninggal akibat kardiovaskular yang lebih rendah daripada mereka yang tidak pernah mengonsumsi alkohol. Anggur merah, khususnya, kerap dipilih sebagai salah satu ‘obat’ anti-penuaan.

Namun, sebagian besar penelitian itu bersifat observasional. Artinya, mereka hanya mendeteksi pola dan kebiasaan, bukan menemukan sebab dan akibat. Artinya, penelitian itu agak sulit untuk diyakini betul-betul. Namun, peneliti menduga menurunnya risiko kematian dini itu disebabkan oleh jaringan sosial yang kuat yang biasa ditemukan dalam kehidupan para peminum.

Selain itu, kebanyakan penelitian juga berfokus pada peminum sedang, yang biasanya didefinisikan sebagai tidak lebih dari satu kali mengonsumsi alkohol dalam sehari. Berbeda dengan kebiasaan peminum berat, yang dalam laporan disebut-sebut berkontribusi pada penurunan harapan hidup.

Alkohol bisa jadi baik dan buruk untuk jantung

Hubungan antara alkohol dengan kesehatan jantung adalah sesuatu yang banyak diperdebatkan. Beberapa penelitian mengklaim bahwa peminum sedang akan memiliki kesehatan jantung yang lebih baik. Namun, penelitian itu kerap dipertanyakan.

Alkohol dikaitkan dengan kanker

Hubungan antara alkohol dan kanker cukup kuat. Ada tujuh jenis kanker yang berhubungan langsung dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Salah satunya adalah kanker payudara. Alkohol, menurut para peneliti, dapat meningkatkan kadar estrogen yang bisa memberikan kesempatan bagi sel-sel kanker payudara berkembang.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa alkohol dapat mengganggu aktivitas DNA yang berpotensi menyebabkan kanker payudara, usus, hati, mulut, dan kerongkongan. Risiko ini akan diperparah dengan kebiasaan merokok dan mengonsumsi teh hangat.

Alkohol berkontribusi terhadap penambahan berat badan

Minuman beralkohol seringkali mengandung kalori tinggi yang secara diam-diam berkontribusi terhadap penambahan berat badan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar